Kasus Ninoy, Polisi Ungkap Peran Dokter yang Menyerahkan Diri

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono
Sumber :
  • VIVA / Foe Peace

VIVA – Polisi mengungkap peran dokter Shairil Anwar dalam kasus dugaan penculikan dan penganiayaan pegiat media sosisal, Ninoy Karundeng.

Kepada polisi, suami Insani Zulfah Hayati, tersangka lainnya dalam kasus ini, mengaku kalau dia memang benar ikut melakukan interogasi dan intervensi terhadap Ninoy. Dia juga tidak memberikan perawatan kepada korban yang saat itu, menurut polisi, babak belur. Padahal, kata polisi, dia dan istrinya merupakan dokter. Saat itu, keduanya menjadi relawan untuk mengobati massa yang luka dalam aksi demo berujung ricuh di DPR/MPR RI.

"Ikut menginterogasi dan intervensi korban. Tidak memberikan perawatan terhadap korban," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat, 25 Oktober 2019.

Ternyata bukan hanya itu peran Shairil dalam kasus ini. Belakangan diketahui kalau yang bersangkutan juga memerintahkan dua tersangka lainnya dalam kasus ini, untuk mencuri data serta menghapus data korban dari barang bawaan korban. Saat kejadian, korban yang merupakan pendukung Joko Widodo ini membawa flash disk, hard disk, dan sim card.

"Memberi perintah untuk melakukan pencurian data serta menghapus data korban. Mengambil barang-barang milik korban berupa flash disk, hard disk, dan sim card," katanya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap Shairil Anwar (36) setelah ia menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, Kamis, 24 Oktober 2019, sekira pukul 13.00 WIB. Sebelum menyerahkan diri, dia bertemu pengurus masjid untuk meminta diantar ke kantor polisi.

Dalam kasus ini total polisi sudah menetapkan 16 tersangka. Para tersangka itu adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, F, Bernard Abdul Jabbar yang juga Sekjen PA 212, Jerri, dokter Insani dan suaminya Shairil.

Kasus ini berawal dari sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan pendukung Presiden Joko Widodo yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas. Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria dalam sebuah ruangan. (ase)

Gara-gara Bunyikan Klakson, Pemuda di Maros Tewas
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan

Kombes Gidion: Penganiayaan Senior kepada Junior Taruna STIP Dianggap Tradisi

Kepolisian menetapkan seorang mahasiswa senior dari Sekolah Ilmu Tinggi Pelayaran (STIP) berinisial TRS (21) sebagai tersangka kasus penganiayaan, terhadap mahasiswa STIP

img_title
VIVA.co.id
5 Mei 2024