Empat Terdakwa Judi Online Bebas, Yenti Garnasih Tak Percaya

Pakar hukum pidana, Yenti Ganarsih.
Pakar hukum pidana, Yenti Ganarsih.
Sumber :
  • VIVAnews/Syaefullah

VIVAnews - Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan empat terdakwa judi online secara murni. Mereka adalah Anjad Fendi Badriawan, Bim Prasetyo, Pipingan Tjok, dan Aditya Wijaya.

Majelis hakim menilai bahwa penjualan rekening BCA yang dilakukan oleh keempat terdakwa bukan merupakan tindak pidana. Padahal, jaksa penuntut umum dalam dakwaannya meyakini bahwa rekening BCA milik keempat terdakwa dijual dan dipakai sebagai penampung uang perjudian atau pencucian uang.

Sebelumnya, hakim menjatuhkan vonis kepada tiga terdakwa lainnya karena terbukti terlibat dalam kasus money laundry dalam sindikat judi online yang diungkap Polda Metro Jaya.

Pakar Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yenti Ganarsih menilai seharusnya vonis hakim tidak boleh berbeda dengan tindak pidana asal dalam sebuah kasus. Begitu pula dengan kasus jual beli rekening untuk judi online ini.

"Nggak mungkin kalau (vonis bebas) lah ya. Kalau money laundry sudah terbukti, tidak mungkin kejahatan asalnya tidak terbukti. Kan money laundry diputus penghukuman tiga tahun. Jadi kan nggak mungkin kejahatan asalnya bebas," kata Yenti saat dihubungi, Senin 2 Maret 2020.

Doktor Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang pertama di Indonesia itu tidak sepakat jika kasus jual beli rekening bank tersebut disamakan dengan analogi jual beli mobil, seperti yang diumbar kuasa hukum terdakwa Alvin Lim ke publik.

"Saya juga gak ngerti kok jual beli mobil disamakan dengan jual beli rekening. Itu kan analoginya gimana? Kok jual rekening dianalogikan dengan jual mobil?" ujar Yenti.