Kesal dengan Istri, Pria Ini Bunuh Anak Tirinya

Cece Suhandi membunuh anak tirinya lataran kesal dengan ibu si anak.
Sumber :
  • Istimewa.

VIVA - Kesal dengan istri siri, seorang pria bernama Cece Suhandi tega membunuh anak tirinya yang masih berusia dua tahun dengan cara dipukuli menggunakan tongkat alumunium. Sang anak yang berjenis kelamin laki-laki itu dipukuli di bagian dada, punggung, kaki dan wajah.

img_title Bergaji Rp9 Juta Sehari, Dwi Bagus yang Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Punya Keahlian Langka

Peristiwa pembunuhan itu terjadi Selasa, 7 Juli 2020, di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Arie Ardian, mengatakan kepolisian menangkap pelaku setelah mereka melakukan olah tempat kejadian perkara. Pelaku dibekuk kepolisian di wilayah Bogor, Jawa Barat, saat berusaha bersembunyi.

img_title Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Bacakan Teks Sumpah Pemuda

"Akhirnya pelaku dapat ditangkap. Pelaku merupakan bapak tiri dari korban sendiri. Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Bogor," kata Arie.

Baca juga: Pria Tebas Anak dan Istri Pakai Golok, Tewas Seketika di Kebun Kopi

img_title Bunuh Istri Siri dan Anak Lalu Mayatnya Dibakar dan Digiling, Dwi Bagus Ternyata Terinspirasi Film

Dari pengakuannya kepada polisi, setelah membunuh sang anak, tersangka langsung membawa korban menggunakan sepeda motor ke kawasan industri dan membuang jasad korban di Kali Cakung. Motif tersangka melakukan tindak kekerasan, karena merasa kesal dengan istri sirinya yang merupakan ibu dari korban sehingga melampiaskan kemarahan kepada sang anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kekesalan karena istrinya sering tidak pulang, dan sang anak rewel. Berdasarkan keterangan dari tersangka, selain itu ada masalah ekonomi sehingga tersangka melampiaskan kekesalan kepada anaknya. Ini sudah dilakukan berulang kali dalam kurun waktu satu bulan ini," kata Arie.

Tersangka yang hanya bekerja sebagai tukang parkir dijerat pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ase)

Tangkapan layar video rekaman CCTV terkait dugaan percobaan penculikan di Desa Sambirata, Kabupaten Banyumas

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan soal Viral Video Penculikan Anak di Banyumas

Viral di media sosial (medsos) video rekaman CCTV dengan narasi dugaan percobaan penculikan anak di Desa Sambirata, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Polisi merespons

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut