Penipu Ratna Sarumpaet Ngaku Anggota BIN Hingga Staf Istana Presiden

Tersangka penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet (kiri) dikawal petugas saat menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metro jaya, Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

VIVA - Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet menjadi korban penipuan berkedok pencarian dana senilai Rp23 triliun.

Kasus Pemuda di Cianjur Nikahi Wanita yang Ternyata Pria, Endingnya Begini

Dalam kasus ini, keempat pelaku membuat lencana dari beberapa instansi pemerintah, agar korbannya percaya. Ada yang pura-pura jadi anggota Badan Intelijen Negara, hingga Staf Istana Kepresidenan.

"Tersangka, ada yang ngaku sebagai BIN. Ada tersangka yang mengaku sebagai pegawai PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan)," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Argo Yuwono, di Markas Polda Metro Jaya, Senin 12 November 2018.

Waspada Penipuan Program Bukalapak

Diduga selain Ratna dan TNA, ada korban lain dalam kasus ini. Alasannya, aksi mereka sangat matang sekali.

Untuk itu, pihaknya minta jika ada yang merasa jadi korban bisa melapor ke polisi. Hingga kini, pihaknya masih terus memburu satu orang lainnya yang berinsial T yang buron.

Marak WNI Jadi Korban Penipuan Pengantin Pesanan di China, KBRI Ungkap Modusnya

"Kami yakin, bukan hanya segelintir orang ini saja yang menjadi korban. Tetapi, masih banyak," kata dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, polisi membongkar kasus penipuan atau penggelapan uang sebesar Rp23 triliun yang mana salah satu korbannya adalah Ratna Sarumpaet.

Dia diketahui sempat menyerahkan uang sebesar Rp50 juta pada para pelaku, lantaran tergiur dengan janji pelaku yang mampu mencairkan uang milik raja-raja Indonesia yang tersimpan di dua bank, yakni Bank Singapura dan World Bank.

Setidaknya, ada empat orang yang diciduk dalam kasus ini. Mereka adalah HR (39), DS (55), AS (58), dan RM (52).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya