Police Line Pasar Tanah Abang Akan Dibuka

VIVAnews – Kepolisian akan membuka garis polisi yang menutup lokasi proyek Pusat Grosir Metro Tanah Abang yang rubuh.

“Dalam satu dua hari ini, police line akan dibuka,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafly, Senin 28 Desember 2009.

Pembukaan garis polisi dilakukan karena proses pengambilan alat bukti di lokasi kejadian sudah selesai.

“Sekarang ini kami sedang tunggu hasil Puslabfor,” katanya.

Polda Metro Jaya juga bekerjasama dengan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengusut perizinan proyek pembangunan pasar  yang kemudian rubuh dan memakan empat nyawa itu.

Sementara itu, tiga orang dari manajemen dan pengelola proyek Pusat Grosir Metro Tanah Abang, hari ini diperiksa. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi. Sebelumnya, lima pekerja juga sudah dipanggil polisi.

Sebelumnya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta mengecam pembangunan gedung tambahan Pusat Grosir Metro Tanah Abang.

“Bangunan sisanya harus dibongkar, karena tidak sesuai dengan estetika dan keamanan bagi pengunjung pusat perbelanjaan ini,” kata Djan Faridz, anggota DPD Dapil DKI Jakarta.

Proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh PT Jagat Bumi Baja Prima dinilai asal jadi.

Kasus ini, kata Djan Faridz, merupakan tindak pidana. Karena itu, manajemen dan kontraktor pasar harus bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Robohnya salah satu bangunan pusat belanja kain terbesar di Asia Tenggara ini terjadi Rabu 23 Desember 2009. Bagian yang ambrol terletak di belakang gedung. Posisinya berada di dekat Hotel Focus yang berlokasi di Jalan Kebon Kacang 1.