Cak Imin Dipanggil KPK, Ada Apa?

Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar. Politisi yang akrab disapa Cak Imin itu dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

img_title Cak Imin Soroti Krisis Figur Pemimpin: Kita Tidak Sedang Mencari Kepemimpinan Pencitraan

Kabar ini dibenarkan oleh  Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Ia mengatakan, Cak Imin akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Hong Arta John Alfred.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HA (Hong Arta)," kata Febri melalui pesan singkat, Selasa, 19 November 2019, dikutip dari VIVAnews.

img_title Cak Imin Minta Publik Tetap Tenang Usai Harga Pertamax Naik: Percaya pada Pemerintah

Selain Ketua Umum PKB, KPK juga memanggil dua mantan anggota DPRD Lampung, yakni Khaidir Bujung dan Hidir Ibrahim. Keduanya juga dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Hong Arta.

Dalam kasus ini, Hong diduga menyuap sejumlah pihak, antara lain Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran Hi Mustary serta Anggota DPR Damayanti terkait pekerjaan proyek infrastruktur di Kementerian PUPR.

img_title Merapat ke Istana, Cak Imin Bakal Lapor Prabowo soal Kemiskinan hingga SMK Go Global

Hong adalah tersangka ke-12 dalam skandal kasus ini. Sebelumnya, KPK telah menjerat 11 tersangka lainnya, antara lain Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir (AKH), Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary (AHM).

Kemudian, komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng (SKS), Julia Prasetyarini (JUL) dari unsur swasta, Dessy A Edwin (DES) sebagai ibu rumah tangga.

Ada juga lima eks anggota Komisi V DPR RI, seperti Damayanti Wisnu Putranti, Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainudin, Yudi Widiana Adia, serta Bupati Halmahera Timur 2016-2021 Rudi Erawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkara tersebut bermula dari tertangkap tangannya mantan anggota Komisi V DPR RI periode 2014 2019 Damayanti Wisnu Putranti bersama tiga orang lainnya di Jakarta pada 13 Januari 2016 dengan barang bukti total sekitar US$99 ribu.

Uang tersebut merupakan bagian dari komitmen total suap untuk mengamankan proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016.

Menko Cak Imin.

Menko PM Sebut Transformasi Pesantren Bisa Atasi Kemiskinan

Cak Imin mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan pendidikan pesantren dapat menjadi salah satu pemutus rantai kemiskinan

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut