Begini Fakta Anies Mau Percantik Monas tapi Berpolemik
- VIVA/M Ali Wafa
VIVA – Revitalisasi kawasan selatan Monumen Nasional (Monas) masih polemik. Silang pendapat terjadi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pusat karena revitalisasi belum ada surat persetujuan dari Kementerian Sekretariat Negara.
Lalu, sebenarnya bagaimana revitalisasi Monas yang dikerjakan era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini? Sebab, publik bertanya-tanya terkait surat izin termasuk penebangan sekitar 190 pohon di kawasan selatan Monas tersebut.
Berikut fakta terkait revitalisasi kawasan selatan Monas seperti dikutip dari tvOne pada Rabu, 5 Februari 2020 dalam acara Fakta dengan topik ‘Monas Dipercantik, Jadi Polemik’.
Mengacu Keputusan Presiden
Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta, Saefullah menjelaskan tentang revitalisasi Monas ini acuannya adalah Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1995 tentang pembangunan kawasan Medan Merdeka di wilayah DKI Jakarta.
Menurut dia, amanat dari Keppres itu ada dua, yakni dibentuk komisi pengarah pembangunan kawasan Medan Merdeka diketuai oleh Menteri Sekretaris Negara, Gubernur DKI sebagai sekretaris merangkap anggota. Selain itu, ada Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan dan Menteri Pariwisata. Menurut dia, dahulu memang nomenklatur masih berbeda-beda.
“Barangkali dengan kejadian seperti sekarang, ini menjadi melek buat kita. Ternyata, ada amanat Keppres yang menjadi landasan semua ini,” katanya.
Sayembara di 2019, tak bangun plaza
Saeufllah bilang, Gubernur DKI Anies ingin melakukan revitalisasi secara keseluruhan, maka sayembara dilaksanakan pada Januari 2019. Menurut dia, sayembara dilakukan untuk revitalisasi kawasan Monas secara keseluruhan, bukan hanya kawasan selatan saja.
“Tapi mengingat waktunya, akhir 2019 kita hanya sebagian kecil yang kita kerjakan ini. Orang bilang kita mau bikin plaza seperti Plaza Senayan Mall, enggak ada,” ujarnya.
Jadi, kata dia, tidak benar kalau revitalisasi kawasan selatan Monas ini akan dibangun plaza seperti mal dan perlintasan untuk Formula-E. Namun, kawasan Monas memang ada yang jadi perlintasan Formula-E tapi tidak di kawasan selatan.
“Itu nanti step berikutnya, ada di sebagian kecil (kawasan Monas),” ungkap dia.
Monas bakal semakin hijau
Dampak revitalisasi Monas ini, ada 190 pohon yang ditebang sehingga menimbulkan polemik dan perbincangan publik. Namun, Saefullah mengatakan, adanya revitalisasi ini bakal menghijaukan kawasan Monas lagi nantinya.