Anak Punk, Jalan dan Alquran (II)
- VIVAnews/ Anwar Sadat
"Begitu saya deketin, dari mulut mereka pengen ngaji. Secara ruhaniyah mereka sudah ingin, tapi enggak ada yang merangkul karena masjid tidak menjadi oase bagi mereka. Masjid tidak menjadi tempat bagi pendosa untuk mengadu. Masjid tidak hadir, mereka dicurigai kalau mau ke masjid," kata Halim.
![]()
Secara perlahan, Halim mengajak mereka untuk ikut pengajian. Hingga saat ini, Â ada 95 orang anak punk di Jabodetabek yang konsisten mengikuti kajiannya. Mengajari mereka, menurut Halim, bukan tanpa kesulitan. Mereka kerap memiliki emosi cukup tinggi. Terlebih mereka masih berada di usia muda.Â
Tetapi kesulitan tersebut tak membuat Halim patah arang. Dengan sabar, dia terus mendidik anak punk tersebut. Dia memiliki cara tersendiri  untuk mendekati mereka. "Jadi kadang saya mendekati sebagai guru, kadang saya mendekati sebagai orangtua, kadang juga saya memposisikan diri sebagai sahabat," ujarnya.
Halim juga berusaha membebaskan para anak punk dari pengaruh obat-obatan terlarang dan  minuman keras. Mereka dimandikan secara bersih. “Setelah mereka bersih, kita ajak solat, ajak zikir, sampe mereka merasakan dan mendapatkan ketenangan dari berzikir," ujarnya.
Ada beberapa materi yang diajarkan kepada para anak binaannya. Di antaranya adalah baca tulis Alquran, tata cara  salat dan berwudu hingga memahami makna serta mempraktikannya. Kemudian, ada pengajian rutin mempelajari berbagai kitab, seperti kitab tasawuf, kitab al mawaiz  fi ahadits qudsiyah karya imam ghazali,  kitab bulughul marom, kitab fiqih.
Namun, Halim tak sekadar mengajar mereka. Terkadang, dia harus berurusan dengan dinas sosial di beberapa provinsi. Jika ada anak punk terjaring, pihaknya akan memberikan jaminan dan mengeluarkan mereka. “Dari situ mereka ada trust kepada kita. Kemudian, kalau ada yang terlibat kriminal, kekerasan, kita berikan pendampingan. Biasanya ketika mereka merasa ditolong, mereka akan lebih mudah diarahkan," katanya.
![]()
Dalam mendidik puluhan anak punk tersebut, Halim tidak sendiri. Dia, dibantu beberapa relawan dari berbagai macam latar belakang dan profesi. Ada juga sebagian anak punk yang telah sadar turut aktif menjadi agen perubahan bagi anak punk lainnya. Â "Karena biasanya omongan dari mantan anak punk yang merasakan langsung, akan lebih didengar oleh punk lainnya," katanya.