Anak Punk, Jalan dan Alquran (II)
- VIVAnews/ Anwar Sadat
Bahkan, beberapa organisasi menawarkan diri untuk ikut berpartisipasi dalam komunitas ini. Di antaranya sebuat organisasi di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mereka memberikan pelatihan memandikan jenazah.
Ada juga relawan dari Rumah Potong Halal. Mereka memberikan pelatihan cara menyembelih hewan kurban sesuai syariat Islam. "Itu semua masuk ke kita, tanpa memberikan proposal. Mereka datang ingin berpartisipasi, mengajarkan langsung tanpa biaya,” ujar Halim.
Buah Pelajaran
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di komunitas itu sudah mulai cukup menunjukkan hasil. Dari sekitar 95 orang yang dibina, Halim memperkirakan, hanya sekitar empat atau lima orang yang masih mengamen di jalanan. Itu pun karena mereka adalah jemaah baru yang masih dalam proses perubahan dan pencarian kerja.
"Rata-rata mereka udah enggak di jalanan. Ada yang sudah menjadi sopir, ada yang jadi barista, ada yang buka usaha barbershop, yang punya keahlian tato kita ajarkan desain grafis coreldraw dan lain-lain,” kata Halim.
Dalam melakukan kegiatan di komunitas itu, Halim juga koordinasi dengan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sehingga, kini dia telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah.
![]()
Bagi Aji, dengan ikut kegiatan di komunitas itu, hidupnya lebih tenang. "Saya diajarin dari iqro, baca huruf satu persatu, ustaznya sabar. Padahal saya belum bisa dan suka salah, tapi dia teliti ngeliatin dan benerin bacaan kita. Saya juga ngerasa nyaman, enggak canggung," ujarnya.
Perubahan sikap Aji juga mulai terlihat. Dari mulai bersalaman dengan orang yang dia kenal saat bertemu, hingga sopan santun terhadap orang yang lebih tua dengan mencium tangan mereka.
Bahkan di tengah-tengah kegiatan mengamen, Aji berusaha menunaikan salat ketika waktunya tiba. "Sekarang sebisa mungkin saya mau nyempetin solat. Walaupun belum maksimal, tapi saya ingin coba," ujarnya.
(umi)