Perang Membuat Mereka Mencari Negeri Impian

Pencari suaka asing tinggal di Jakarta
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Bagi dia, Indonesia adalah negara aman dan tidak ada gejolak konflik peperangan seperti di negaranya. "Di Indonesia aman, terima kasih kepada Indonesia yang sudah baik. Semua sopan, orangnya baik," ujarnya saat rehat di gedung eks Kodim.

img_title Trump Kesal Tak Dapat Nobel Perdamaian, Klaim Akhiri 8 Perang

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Tahere mendapat anggaran dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) sebesar Rp1,250 juta per bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perang juga jadi alasan Faiz meninggalkan Afghanistan. Kondisi Afghanistan yang terus dirundung peperangan membuat lelaki 36 tahun ini bergerak mencari suaka. "Di sana tidak aman, ada Taliban, saya mau mencari tempat yang aman. Di sini alhamdulillah Indonesia aman," ujar Faiz.

img_title Prabowo: Indonesia Cinta Damai, tapi Kita Tak Mau Diganggu!

Faiz melewati beberapa negara hingga akhirnya sampai ke Indonesia pada 2014. "Dari Afganistan ke India. Nunggu di India dua minggu, dari India ke Malaysia, di Malaysia dua minggu. Terus dari Malaysia ke Medan naik kapal laut," katanya.

Untuk kehidupan sehari-hari tinggal di Indonesia, dia mendapat pasokan dari keluarganya yang saat ini berada di Pakistan. Namun, sudah enam bulan terakhir ini, dia belum dapat kiriman uang. Beruntung, teman-teman membantu Faiz memenuhi kebutuhannya.

img_title Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU Tahap II, Ditutup 6 Oktober 2026

Selama di Indonesia, Faiz pernah tinggal di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, bersama kawan-kawannya. Mereka menyewa rumah di sana. "Di rumah saja enggak ada kerja. Makan tidur," katanya.

Para pencari suaka di tempat penampungan sementara eks gedung Kodim, Kalideres.

Sementara Abdul, pencari suaka dari Somalia, pernah tinggal di beberapa daerah di Indonesia. Dia dan keluarganya sempat tinggal di daerah Petamburan, Jakarta Pusat, selama satu bulan. Setelah itu, tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan selama dua tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat di Ciputat, Tangerang Selatan, keluarga Abdul mendapat suntikan dana untuk kebutuhan sehari-harinya dari UNHCR Rp1,8 juta per bulan. Dana itu untuk satu keluarga terdiri dari tujuh orang. “Enggak cukup satu bulan. Uangnya jadi kurang buat beli makan," katanya.

Ketika uangnya habis, ada sebagian masyarakat yang memberinya untuk makan dan keperluan sehari-hari. Dari Ciputat, dia pindah ke Kalideres, Jakarta Barat. “Satu tahun di Kalideres tinggal di pinggir jalan waktu itu 2018 sampai 2019 kita tidur di sini di depan eks Kodim Kalideres," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut