Babe, Si Anak Kembar dengan Tiga Identitas

VIVAnews - Baekuni alias Babe, pembunuh berantai dan penyodom 14 orang bocah ternyata sering berganti identitas. Selama hidupnya, Babe memiliki tiga identitas yang kerap digunakannya berkali-kali. Babe adalah anak kembar.

"Babe memang sering berganti nama," kata pengacara Babe, Rangga Beri Rikuser saat dihubungi wartawan, Senin, 9 Februari 2010.

Babe terlahir sebagai bayi kembar di tahun 1960 silam. Orangtua Babe memberi nama Babe dengan nama Hasan. "Sedangkan kembarannya diberi nama Husein," kata Rengga.

Namun, saudara kembar Babe, Husein meninggal saat usia masih kanak-kanak. Orangtua Babe kemudian mengganti nama Hasan dengan Baekuni.

Baekuni kecil saat itu dipanggil Bungkih. Hingga beranjak dewasa, identitas Babe di Kartu Tanda Penduduk (KTP) masih Baekuni.

Barulah setelah Babe ke Kuningan, Jawa Barat sekitar tahun 1993, Babe berganti identitas baru. Di KTP barunya, nama Babe adalah Agus.

Babe juga diduga kuat pernah beridentitas sebagai Sunarto di tahun 1995, saat dirinya di Jakarta. Sunarto adalah saksi dalam sidang kasus Siswanto alias Robot Gedek.

Dugaan kuat Babe sebagai saksi dalam kasus Robot Gedhek ini diakui Febry Irmansyah, pengacara yang pernah menangani kasus Robot Gedek. "Saya yakin seratus persen, Sunarto alias Babe ini mukanya persis dengan Baekuni," kata Febry.

Namun, nama Sunarto ini dibantah oleh Rangga. Rangga bersikukuh jika Babe tidak pernah bersaksi di sidang Robot Gedhek. "Itu Babe lain, bukan Babe ini (Baekuni). Babe kan nama panggilan untuk orangtua yang menampung anak jalanan," tutup Rangga.

img_title Ikang Fawzi Kehilangan Berat Badan hingga 13 Kg setelah Marissa Haque Meninggal: Kaya Mati Cuma Masih Punya Nyawa


ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

ismoko.widjaya@vivanews.com

img_title Rahmat Nasution Hamka: SPI Siap Jadi 'Mata dan Telinga' Kapolri
Pemprov Sumut Berikan Beasiswa 20 Dokter Pendidikan Program Spesialis.

Sumut Beri Beasiswa 20 Dokter Pendidikan Program Spesialis, Dorong Pelayanan Kesehatan di Kepulauan Nias

Gubernur Bobby Nasution menyebutkan, beasiswa  20 dokter spesialis ini merupakan rekomendasi dari kepala daerah se-Kepulauan Nias  sesuai dengan kebutuhan di daerah.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut