Sering Kecelakaan, Heru Minta TransJakarta Terapkan Standarisasi Sopir

Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono
Sumber :
  • VIVA/ Riyan Rizki Roshali

VIVA Metro – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengharapkan agar PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjalankan rekomendasi yang telah diberikan oleh Komite Nasional Kecelakaan Transportaai (KNKT) untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada transportasi umum. Menurut Heru, Transjakarta harus mengikuti rekomendasi yang telah diberikan pihak KNKT agar kejadian kecelakaan tersebut tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Petahana Bakal Calon Wali Kota Padang Alami Kecelakaan Tunggal

“Ya memang itu harus diterapkan. Kita dorong Transjakarta untuk menerapkan. Artinya, Transjakarta harus membangun pola pikir atau mindset untuk menerapkan safety first di setiap layanannya,” kata Heru kepada wartawan, Selasa 8 November 2022.

Kecelakaan maut bus Transjakarta di Jalan MT Haryono, Cawang, Jaktim.

Photo :
  • TMC @PoldaMetro
Abidzar Al Ghifari Dibikin Marah Dua Kali oleh Netizen, Kali Ini Karena Apa?

Dalam menerapkan pola pikir itu, Heru menyebutkan Transjakarta harus melakukan standarisasi bagi pramudi baik itu dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang transportasi ataupun dari operator. “Harus ada standarisasi yang sama untuk pengemudi Transjakarta dan juga operator,” ucapnya.

Untuk diketahui, KNKT memberikan empat rekomendasi kepada PT Transjakarta terkait evaluasi keselamatan akibat terjadi rentetan kecelakaan pada bus Transjakarta.

Pemerintah Dorong Pemanfaatan Bahan Bakar Bioetanol untuk Mobil Hybrid

Plt Kasubkom Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT, Ahmad Wildan mengatakan empat rekomendasi evaluasi itu terkait manajemen risiko di Transjakarta, kelaikan armada, kelaikan awak dan keselamatan rute atau lintasan.

Wildan menilai perlu adanya penambahan departemen khusus untuk mengelola manajemen risiko serta memberikan jaminan keselamatan.

Bus Transjakarta menabrak separator di depan Ratu Plaza. (Foto ilustrasi).

Photo :
  • VIVA/Foe Peace

Kedua, menurut Wildan, pihak Transjakarta perlu melakukan pembenahan dalam hal standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan.

“Banyak hazard dan risiko sehingga diperlukan suatu prosedur yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan dan dinamika teknologi tersebut,” kata Wildan.

Ketiga, KNKT merekomendasikan Transjakarta untuk melakukan pemetaan (mapping) terkait risiko dari rute yang dilalui armada Transjakarta.

Terakhir terkait kompetensi pengemudi, KNKT menilai perlu adanya review atas standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) dan skema kompetensi profesi bagi pramudi Transjakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya