UMP DKI Tahun 2023 Naik Jadi Rp 4,9 Juta, Pemprov: Pengusaha Terima

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah.
Sumber :
  • VIVA/Riyan Rizky

VIVA Metro – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Dinas Ketenagakerjaan resmi mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta Tahun 2023 sebesar 5,6 persen atau menjadi sebesar Rp 4.901.798. Pengusaha disebut juga sudah menerima keputusan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Kadisnakertransgi) DKI Jakarta Andri Yansyah menyebutkan bahwa pengusaha sudah sepakat dengan angka kenaikan upah tersebut.

“Sampai dengan saat ini ya, kami sudah melakukan komunikasi dengan pengusaha. Insya Allah, pengusaha menerima di angka 5,6 persen,” kata Andri Yansyah kepada wartawan di Balai Kota DKI, Senin 28 November 2022.

Ilustrasi uang tunai, gaji, upah, daya beli dan harta kekayaan.

Ilustrasi uang tunai, gaji, upah, daya beli dan harta kekayaan.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Ia mengatakan, penetapan kenaikan UMP tahun 2023 itu sudah dilakukan melalui pengkajian dan kebijakan yang berlaku. Hal ini merujuk pada Permenaker Nomor 18 Tahun 2022.

“0-0,3 tatkala inflasi dikalikan, jadi kan begini nih UMP 2023 adalah UMP tahun berjalan ditambah inflasi dikalikan dengan alfa. Alfanya itu adalah ya, 0,1 dari pertumbuhan ekonomi, 0,2 dari pertumbuhan ekonomi, 0,3 dari pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Sesuai Ketentuan yang Berlaku

Halaman Selanjutnya
img_title