Panik, Ahli Waris Datangi TPU Menteng Pulo

VIVAnews - Pemberitaan tentang pemindahan 3.500 makam di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo membuat sejumlah ahli waris panik. Mereka khawatir, makam leluhur mereka diusik.

Bambang, 34 tahun, warga Menteng Atas, Jakarta Selatan, Jumat 6 Februari 2009, mendatangi kompleks pemakaman di Jalan Casablanca itu untuk mengecek makam leluhurnya. "Saya khawatir makam kakek, nenek, dan orang tua saya digusur," ujarnya. "Saya sudah bayar sewa lahan makam 180 ribu per tiga tahun."

Belasan ahli waris juga mendatangi TPU Menteng Pulo untuk keperluan sama. "Kebanyakan mereka dari keluarga Kristiani. Padahal yang terkena gusur adalah kompleks makam Islam dan Budha saja," staf kantor pelayanan pemakaman, Abdullah, menambahkan.

Kompleks pemakaman tersebut terbagi dalam beberapa blok. Sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 83 Tahun 2008, area makam yang tergusur antara lain Blok AA-II, A-I, A-II, dan A-III, dan A-IV. Area yang tergusur berada di sisi barat seluas 10.646 meter persegi.

Pemindahan dilakukan bertahap sejak 8 Desember 2008. Ditargetkan selesai 15 Maret 2009. Kerangka manusia yang tertanam dalam areal makan itu kemudian dipindahkan ke TPU Kampung Kandang dan TPU Pondok Rangon.

Lahan bekas makam itu akan dijadikan jalan tembus dari Jalan HR Rasuna Said menuju Casablanca.