Jokowi Studi Banding MRT ke Singapura?

Jokowi Sambangi Persija Jakarta
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy
VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dikabarkan melakukan studi banding proyek moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) berbasis rel ke Singapura sejak kemarin, Sabtu 31 Maret 2013. Rencana keberangkatannya ini rupanya tidak banyak diketahui oleh media.

membenarkan keberadaan Jokowi di negeri singa putih tersebut. Namun, dia membantah tengah mendampingi Jokowi dalam kunjungannya tersebut.

"Beliau kelihatannya memang ada acara di sana. Tapi saya di Jakarta kok sekarang," kata Dono kepada VIVAnews, Minggu 31 Maret 2013.

Dono menuturkan setelah ditunjuk menjadi, ia bersama tim barunya terus fokus pada pekerjaan inti proyek ini. 

Kelas Rawat Inap Standar Bakal diterapkan 2025, Iuran BPJSnya Masih dalam Kajian
"Intinya bagaimana agar proyek ini bisa berjalan secepatnya dan konstruksinya bisa segera kita mulai," tuturnya.

Soroti Kenaikan UKT: Komisi X DPR Bentuk Panja Pembiayaan Pendidikan
Setelah Jokowi melakukan studi banding dan melihat langsung MRT di Singapura, muncul harapan agar proyek yang sama di Jakarta bisa berjalan lancar. "Beliau dukung terus proyek MRT ini dan memang dibutuhkan dukungan positif dari Pemprov DKI. Saya rasa Jokowi selalu positif akan kebutuhan warganya," ujar Dono.

Terpopuler: Senapan Mesin di Kap Pajero Sport, Kado Mobil Mewah untuk Mahalini
Menurut Dono, saat ini PT MRT Jakarta tinggal menunggu waktu penetapan pemenang tender untuk kemudian mengejar target konstruksi. Meski begitu, ia mengaku belum bisa bicara banyak soal mengingat masih banyak tahapan-tahapan yang belum selesai.

"Setelah penetapan pemenang tender, sesuai aturan ada hak sanggah, nanti baru negoisasi kontrak, baru kemudian kontrak definitif, baru terbit SPK dan dilanjutkan dengan kontruksi," paparnya.

Seperti diketahui, MRT yang berbasis rel rencananya akan membentang sekitar 110,3 kilometer, yang terdiri dari Koridor Selatan – Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang 23,3 kilometer dan Koridor Timur – Barat sepanjang 87 kilometer. 

Pembangunan Koridor Selatan - Utara dari Lebak Bulus - Kampung Bandan dilakukan dalam dua tahap. Di tahap pertama yang akan dibangun terlebih dahulu adalah yang menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,2 kilometer, dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016. (kd)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya