Tujuh Wali Betawi Penyebar Islam
- VIVA.co.id/Dody Handoko
Ridwan Saidi sempat terkejut melihat perubahan drastis itu. Padahal dia memiliki foto makam Ema Datuk yang masih seperti kuburan Islam pada umumnya, memakai cungkup dan nisan dari kayu. Ternyata di halaman luar masih terdapat atap bekas kuburan lama yang telah dibongkar.
“Setahu saya berubah menjadi begini sejak tahun 1963,” kata Liam Kien, juru kunci makam Ema Datuk.
Banyak Keajaiban
Dia juga bercerita kejadian gaib yang terjadi pada makam itu. Dulu ketika gunung Krakatau meletus, wilayah dekat kuburan itu satu-satunya yang bebas dari debu dan terjangan tsunami.
Padahal, di desa sekitar seperti desa Keramat, Kampung Melayu habis disapu air bah. Maka banyak orang menyelamatkan diri di makam itu.
Ridwan menjelaskan beberapa generasi setelah tujuh wali itu, terdapat Habib Husein Alaydrus yang dimakamkam di Luar Batang, tempat ia membangun masjid pada awal abad ke-18. Kong Jamirun dimakamkan di Marunda, Jakarta Utara.
Datuk Biru, makamnya di Rawabangke, Jatinegara. Serta Habib Alqudsi dari Kampung Bandan, Jakarta Utara. Datuk Tanggoro di Cililitan, Jaktim. Ki Balung Tunggal di Condet. (ren)
[/vivamore]