Darimana Asal Batu yang Tenggelamkan Mahasiswa UI?

Akseyna Ahad Dori semasa hidup.
Akseyna Ahad Dori semasa hidup.
Sumber :
  • Facebook

VIVA.co.id - Polisi sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kematian Akseyna Ahad Dori (18), mahasiswa Universitas Indonesia yang tewas di Danau Kenanga UI, Kamis, 26 Maret 2015 lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho, mengatakan, penyidik masih mencari fakta baru terkait kasus ini.

"Perlu pendalaman lagi. Setelah memeriksa 17 saksi dan menindaklanjuti bukti yang ada," kata Teguh saat dihubungi, Jumat, 8 April 2015.

Menurut Teguh, saat ini juga penyidik sudah bekerja sama dengan ahli tulisan atau Grapholog, Deborah Dewi untuk mengungkap kasus yang sudah sebulan lebih ini.

"Sudah kami lakukan. Sudah koordinasi dengan Deborah. Belum ada hasil. Belum bisa disimpulkan," jelas Teguh.

Nantinya, lanjut Teguh, hasil analisis dari Deborah akan jadi bahan pertimbangan dan tidak akan berdiri sendiri.

"Kami gabung dan kami sinkronkan dengan bukti yang lain sehingga bisa menunjukan ini pidana atau bukan," tambahnya.

Dia juga mengatakan, belum bisa menyimpulkan darimana batu yang ada dalam tas Akseyna saat tewas berasal. "Masih kami teliti batu tersebut, berasal dari mana batu tersebut," ujarnya.

Seperti yang diketahui, Akseyna ditemukan tewas mengapung di danau Kenanga UI, Kamis, 26 Maret 2015. Dari TKP Polisi menemukan beberapa batu bata di dalam tas Akseyna. Dari hasil pemeriksaan juga, Polisi juga mendapati luka memar di kening mahasiswa jurusan MIPA tersebut.

Semula, kepolisian menyimpulkan Akseyna bunuh diri. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya surat wasiat korban yang meminta keluarga tak usah mencari dirinya.

Tapi, orangtua Akseyna menolak mentah-mentah kesimpulan itu dan berpendapat bahwa Akseyna dibunuh. Kepolisian sempat menjanjikan kasus ini terang benderang. Namun, sampai saat ini polisi belum memecahkan teka teki apakah Akseyna dibunuh atau bunuh diri.