Begini Cara Polwan 'Puput' Bongkar Klinik Aborsi di Menteng
- Irwandi Arsyad - VIVA.co.id
VIVA.co.id – Sebelum dilakukan penggerebekan terhadap klinik praktik aborsi ilegal di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, salah satu Polwan anggota Subdit III Sumberdaya Lingkungan Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, sempat melakukan penyamaran seolah-olah hendak menjadi pasien klinik pembunuh anak manusia tersebut.
Seorang polisi wanita, sebut saja Puput. Nama yang dipakai dalam penyamaran tersebut. Puput sempat melakukan penyamaran selama dua pekan sebelum dilakukan penggerebekan. Klinik yang pertama ia datangi merupakan klinik praktik aborsi ilegal yang berada di Jalan Cisadane Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat.
"Pengintaian selama dua minggu. Saya berpura-pura menjadi pasiennya. Awal Cisadane 19 (klinik pertama yang didatangi)," kata Puput di lokasi penggerebekan.
Puput menjelaskan, awalnya ia berpura-pura hendak menjadi pasien aborsi dengan cara meminta bantu jasa calo yang sering mangkal di sekitar Raden Saleh. Ia pun mendapatkan nomor pengelola klinik praktik aborsi ilegal yang terdapat di salah satu website.
"Awalnya tahu alamat dari calo-calo, kemudian langsung ke klinik. Saya dapat nomor pengelola di Cisadane," ujarnya.
Saat sampai di klinik praktik aborsi di Jalan Cisadane 19, ia pun berpura-pura meminta tolong jasa aborsi. Cukup dengan hanya menyampaikan minta tolong, pihak klinik tersebut pun melalui dokter MN langsung mengerti dan memahami. Ia pun langsung menyampaikan tarifnya sebesar Rp10 juta.
"Aku bilang minta tolong, saya mau proses cerai. Dia bilang tenang aja. Saya bantu. Cukup dengan bilang minta tolong pak, dia langsung ngerti. Itu Dokter MN. Dia bilang langsung ceban (tarifnya)," ungkapnya.
Puput pun sempat diperiksa, pihak klinik mengatakan jika dia sudah hamil 4 bulan. Tarifnya mencapai Rp10 juta, meskipun Puput tidak dalam kondisi hamil. Pihak klinik di Cisadane pun sempat meminta untuk dilakukan USG, untungnya Puput berhasil mengelabuinya dengan beralasan telah melakukan USG.
"Saya sempat diperiksa, saya enggak hamil, dia bilang hamil sudah 4 bulan. Mau di USG, untungnya saya speak, sudah tadi malam," ujarnya.
Pihak klinik tersebut pun sempat mengatakan untuk tidak memberikan nomor ke orang lain. Ia pun terus dihubungi oleh pihak klinik. Untuk menjaga proses pengintaian dan penyamaran, dia pun terus menjaga komunikasi seolah-olah seperti temanan.