Ahok: Gusuran Dadap Adem karena Bupatinya Bukan Saya

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, heran terhadap penertiban yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap kawasan lokalisasi Dadap. Penertiban ini tidak banyak dipermasalahkan oleh organisasi masyarakat (ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga partai politik di Kabupaten Tangerang.

Warga Dadap Desak Bupati Tanggerang Patuhi Ombudsman

Selain warga kawasan Dadap, tidak ada pihak yang gencar menyatakan penolakan terhadap rencana penertiban tanggal 23 Mei 2016.

"Saya tanya, di Dadap, ada yang ribut enggak?" ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, usai melakukan peninjauan pelaksanaan ujian di Sekolah Dasar Santa Maria, Jakarta Pusat, Senin, 16 Mei 2016.

Ombudsman Minta Bupati Benahi Kampung Kumuh Dadap

Padahal, bila dibandingkan dengan tindakan penertiban yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI, tindakan penertiban Dadap, bisa dibilang akan lebih membuat warga penghuninya sengsara.

Berbeda dengan DKI, Pemkab Tangerang tidak menyediakan banyak fasilitas untuk warga bekas penghuni seperti sewa rumah susun yang murah, layanan transportasi gratis (TransJakarta), hingga bantuan pendidikan untuk anak-anak (Kartu Jakarta Pintar/KJP).

Kisruh Penggusuran Dadap, Ombudsman Serahkan 9 Rekomendasi

"Modal (bantuan kredit usaha) juga kagak dikasih. Kok enggak ada yang ribut?" ujar Ahok.

Ahok berkelakar, berbedanya sikap warga Kabupaten Tangerang dan DKI Jakarta terkait tindakan penertiban yang dilakukan pemerintah daerahnya adalah karena perbedaan sosok kepala daerah juga.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, adalah kepala daerah yang tidak memiliki banyak lawan politik yang rajin melakukan upaya untuk menentang kebijakannya. Sementara di Jakarta, Ahok adalah sosok yang penuh kontroversi.

Banyak pihak yang kontra terhadap kebijakannya. Menjelang Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017, sejumlah pihak bahkan melakukan upaya agar dia tidak terpilih kembali. Salah satunya, dengan mengesankan tindakan yang dilakukannya tidak pro rakyat, kemudian memberi bantuan kepada rakyat yang dikesankan tertindas.

Hal tersebut terjadi di bekas kawasan Pasar Ikan. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, bahkan menyumbang empat tenda besar untuk didirikan di sana. Dengan demikian, warga bekas penghuni kawasan Pasar Ikan yang sebenarnya telah menempati rumah susun Marunda, bisa bertempat tinggal kembali di Pasar Ikan.

Ahok mengatakan, bila saja dia Bupati Tangerang, ia memprediksi, banyak lawan politiknya yang akan berlomba-lomba memberi bantuan kepada warga Dadap. Dengan begitu, tercipta kesan, dirinya selaku kepala daerah, adalah pihak yang menindas.

"Mungkin yang salah dengan (penertiban) Dadap itu cuma satu, Bupatinya bukan Ahok. Kalau Ahok, sudah banyak  bantuin orang Dadap," ujar Ahok.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya