- ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Figur kedua nonparpol berikutnya adalah Anies Baswedan. Pria asli Jawa Barat kelahiran tahun 1969 ini berbasis akademisi. Ia pernah didaulat menjadi rektor termuda pada tahun 2007 saat menjabat Rektor Universitas Paramadina dengan usia 38 tahun menggantikan cendikiawan muslim Nurcholis Madjid.
Di tahun 2013, Anies Baswedan pernah ikut konvensi calon presiden lewat penjaringan Partai Demokrat. Meski akhirnya hal itu tak terwujud di Pilpres 2014. Namun, akhirnya Anies Baswedan menjadi juru bicara pasangan capres dan cawapres waktu itu, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Dan kemudian berhasil ikut memenangkan pasangan Jokowi-JK hingga menjadi presiden. Atas partisipasinya itu, Anies pun ditunjuk menjadi salah seorang deputi kantor transisi Jokowi-JK bersama tim pemenangan Jokowi-JK.
FOTO: Anies Baswedan saat masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Hingga akhirnya Anies ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Jokowi pada Oktober 2014. Namun entah mengapa, pada perombakan kabinet pada Juli 2016, Anies justru terpental dari Kabinet Kerja Jokowi-JK. Posisinya digantikan oleh Muhadjir Effendy yang merupakan rektor Universitas Muhammadiyah Malang.
Figur nonparpol ketiga adalah, Sylvia Murni. Tokoh wanita asli Betawi merupakan birokrat di Pemerintah DKI Jakarta. Tahun 1997-1999, Sylviana pernah cuti dari PNS karena menjadi anggota DPRD dari Partai Golkar. Lalu kemudian kembali berkecimpung di dunia pemerintahan.
![]()
FOTO: Sylviana Murni
Selama berkarir sebagai PNS, Sylviana memang dikenal teladan dan berprestasi. Ia menjadi satu-satunya PNS yang sudah bergelar profesor. Tahun 2013, Sylviana pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Barat lalu menjadi Asisten Pemerintah DKI Jakarta dan kemudian hingga kini terakhir di era Basuki Thahaja Purnama atau Ahok, mantan None Jakarta pada tahun 1981 ini menjabat sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata.
Tidak ada karir politik tercatat lebih jauh soal Sylviana Murni. Karir birokratnya lebih kuat dan memang diakui piawai dalam bidang pemerintahan.
Figur nonparpol berikutnya adalah Ahok atau Basuki Thahaja Purnama. Figur pria kelahiran Belitung Timur tahun 1966 ini boleh dibilang kader nonparpol untuk Pilkada DKI 2017.
Pasalnya, ia memang telah menyatakan mundur dari Partai Gerindra pada tahun 2014 ketika duduk sebagai Gubernur DKI Jakarta yang menggantikan Jokowi yang terpilih sebagai Presiden.