Bos Gojek Janji Temui Driver Besok

Para driver Gojek menggelar unjuk rasa di kantor Gojek, Kemang Selatan, Jakarta beberapa waktu silam.
Sumber :
  • @TMCPoldaMetro

Keenam, menuntut PT Gojek Indonesia untuk menghilangkan sistem suspend yang tidak jelas alasannya. Ketujuh, mereka menuntut PT Gojek Indonesia untuk memberikan kebijakan tarif yang rasional untuk seluruh driver se-Indonesia.

img_title Aksi Mogok Para Sopir Angkot Menjalar ke Bandung

Dari ketujuh tuntutan itu, sebagian besar dari ratusan pengemudi Gojek yang melakukan unjuk rasa itu menuntut sistem penilaian performa untuk dihapus. Mereka menilai ada kecurangan dalam sistem penilaian performa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apalagi, penerapan sistem ini tidak pernah dikomunikasikan sebelumnya kepada pengemudi Gojek. Sistem itu pun baru dijalankan selama sebulan terakhir ini.

img_title Kota Tangerang Tak Kuasa Melarang Gojek

"Kami ada penilaian performa, cuma ini tak jelas patokannya. Masa kami lagi antar penumpang performa dinilai turun. Kan ngaco itu. Bonus itu penting buat kami, dari bonus kami bisa menuhin kehidupan sehari-hari dari mulai servis motor sampai yang lain," ujar salah satu pengendara Gojek, Agus Haryadi (42), di lokasi.

Jika aturan performa terus dilakukan, menurut mereka, secara tidak langsung pihak perusahaan merampas hak pengemudi Gojek yaitu bonus. Bonus yang diterima pengemudi, biasanya mencapai Rp140 ribu bila performa mereka di atas 50 persen. Sedangkan dalam aturan, bila performa turun bonus itu tidak akan diberikan. Padahal, para pengemudi sangat bergantung dengan bonus tersebut.

img_title Kapolres Sampai Jadi Sopir akibat Angkot Mogok di Malang
Foto: Shutterstock

Cara GoTo Bertahan dari Kerugian walau Pendapatannya Naik

GoTo melaporkan peningkatan pendapatan tetapi mencatatkan rugi di kuartal I-2022. Namun, GoTo masih tetap bertahan karena banyak faktor yang memengaruhinya.

img_title
VIVA.co.id
10 Juni 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut