Buni Yani Sebut Proses Hukumnya Berbeda dengan Ahok

Buni Yani (pakai kacamata), penggungah video Ahok, di Mapolsek Sukmajaya.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Zahrul Darmawan

VIVA.co.id – Pengunggah video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya. Meskipun ditetapkan tersangka, Buni Yani tidak ditahan Polda Metro Jaya.

img_title Amien Rais Umumkan Dukungan Capres dan Cawapres Pilihan Partai Ummat Hari Ini

Dalam proses hukum yang dijalani olehnya, Buni Yani mengungkapkan sangat berbeda dengan proses hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini sangat berbeda dengan yang dilakukan Pak Gubernur. Kalau Pak Gubernur kan gelar perkara dahulu baru ditentukan menjadi status tersangka," kata Buni usai keluar dari Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kamis 24 November 2016.

img_title Strategi Partai Ummat Capai Target 4 Persen Suara untuk Lolos ke Parlemen

Kalau dalam kasus yang dialami Buni, Berita Acara Pemeriksaan baru keluar, langsung keluar surat penangkapan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Ia pun merasa, selama menjalani proses hukum yang ada, sebagai warga negara selalu kooperatif. Untuk itu, dia menyebut proses hukum terhadap dirinya tidak fair sama sekali.

img_title Neno Warisman hingga MS Kaban Masuk Jajaran Petinggi Partai Ummat

"Makanya saya bilang ini harus sama. Anda kawan-kawan wartawan berhak mendapatkan keadilan, saya juga sama," ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Aldwin Rahadian mengatakan, dalam proses hukum yang menjerat kliennya tidak diberikan kesempatan mengajukan saksi ahli.

"Hanya barang-barang bukti. Belum kami siapkan (saksi ahli) karena status tersangka seketika, setelah BAP selesai jadi saksi. Jadi tidak ada gelar perkara terbuka yang melibatkan terlapor atau pelapor di mana dua-duanya mengonfirmasi saksi ahlinya masing-masing," ucapnya.

Sebelumnya, Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih 10 jam di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

"Dengan hasil konstruksi hukum pengumpulan alat-alat bukti dari penyidik, dengan bukti yang cukup, yang bersangkutan saudara BY kami naikkan statusnya sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, Rabu 23 November 2016 malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun pasal yang menjerat Buni Yani adalah Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan hukuman di atas enam tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.

Pasal ini mengatur mengenai penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian atas permusuhan suku, agama, ras, dan antargolongan.

Megawati Soekarnoputri, mengirimkan delegasi khusus untuk menghadiri acara peringatan ulang tahun ke-60 Partai Golkar.

Kelakar Megawati Sebut Ahok Masuk Penjara karena Terlalu Cerewet

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, berkelakar terkait dengan kadernya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dimana dia sempat dipenjara. Mega mengaku, karena cerewet.

img_title
VIVA.co.id
12 Desember 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut