Dishub Tanggapi Kasus Sopir Angkot Terbakar, Diduga Epilepsi

Angkot terbakar di depan Pluit Village, Jakarta Utara, Senin, 24 Juli 2017
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id – Sebuah mobil angkutan kota mengalami kecelakaan dan terbakar di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, siang tadi. Meski tidak ada penumpang yang menjadi korban, pengemudi yang bernama Andi Slamet, tewas terbakar bersama angkotnya. Diduga kuat, sebelum menabrak separator busway, Andi mengalami kejang-kejang akibat epilepsi.

img_title Pengusaha dan Pengemudi Angkutan Umum Sepakat Jaga Keselamatan Mudik Lebaran 2026

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmiko, mengatakan, sebenarnya sudah ada posko kesehatan di setiap terminal untuk memantau kondisi kesehatan para sopir sebelum beroperasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di terminal ada posko kesehatan. Anggota juga mengawasi dilihat dari perilaku sopir," ujarnya saat dihubungi VIVA.co.id pada Senin, 24 Juli 2017.

img_title Angkot di Jalur Puncak Setop Beroperasi pada 24, 25 dan 30, 31 Desember, Sopir Dapat Rp200 Ribu Per Hari

Menurut aturan yang berlaku, jika dalam tes kesehatan sopir tidak fit, maka ia tidak diperbolehkan untuk beroperasi dahulu. Hal tersebut juga biasa dilakukan, umumnya saat musim mudik dan merekrut tenaga pengemudi sopir angkutan umum.

"Jika tidak lolos kesehatan maka dia tidak boleh mengoperasikan angkutan umum," tambahnya.

img_title Cek Fakta: Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Bikin SIM dan Seluruh Angkutan Umum

Dalam kasus Andi Slamet, yang menurut saksi sempat kejang akibat kaget setelah menyerempet sebuah mobil sebelum menabrak separator TransJakarta, pihak Dishub masih melakukan investigasi.

"Untuk kejadian tersebut sedang diinvestigasi. Namun seperti yang saya sampaikan bahwa prasyarat untuk dapat SIM adalah lolos ujian termasuk uji kesehatan, maka seharusnya orang dengan risiko tinggi seperti tadi (epilepsi) tidak boleh diberikan SIM untuk angkutan umum," tambah Sigit.

Arus Mudik Menggunakan Kereta Api di Stasiun Pasar Senen

Kemenhub: Pergerakan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Tembus 10 Juta Orang, Naik 9,23 Persen

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 Kemenhub mencatat pergerakan penumpang angkutan umum arus mudik, sejak H-8 hingga H-1 Lebaran mencapai 10 juta penumpang

img_title
VIVA.co.id
22 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut