Curahan Hati Ibu dan Kakak SPG yang Dibunuh Driver GrabBike

Dini Oktaviani semasa hidup.
Sumber :
  • foe

VIVA.co.id – Gandaria, ibunda dari sales promotion girl (SPG) produk kecantikan bernama Dini Oktaviani yang tewas dibunuh sopir ojek online GrabBike, Peri alias PS, mengaku tak pernah mendapatkan firasat aneh perihal kematian putrinya itu.

img_title Trik Baru UMKM biar Makin Dilirik

Ia masih tak percaya, anak bungsu dari delapan bersaudara itu telah tiada. Sebab, Gandaria belum lama ini masih bertemu dengan Dini, seperti saat perayaan Hari Raya Idul Adha dan pada tanggal 1 September 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu, dia bersama dengan Dini dan anak-anaknya yang lain sempat bakar sate bersama di salah satu rumah anaknya yang berada di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. 

img_title Terapkan Potongan Aplikator 8 Persen Mulai 1 Juli 2026, Grab Patuhi Arahan Presiden Prabowo

"Tidak ada firasat, tiba-tiba anak saya yang baik itu dikabarkan dibunuh," ucapnya di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 22 September 2017. 

Gandaria meminta pihak kepolisian menghukum pelaku seberat mungkin atas pembunuhan itu. Dirinya masih tidak terima anaknya harus berpulang dengan cara demikian.

img_title Wuling BinguoEV Jadi Armada Grab

"Saya sangat sakit hati dan terpukul," kata dia.

Sementara itu, salah satu kakak kandung Dini, Farah menambahkan, keluarga mereka sama sekali tidak mengenal pelaku. Meski begitu, adiknya itu memang pernah bercerita jika ia sering menggunakan jasa ojek online untuk kebutuhan berjualan.

Farah menegaskan adiknya tidak bekerja sebagai seorang SPG, melainkan memang memiliki toko kosmetik online. Jasa ojek online kerap digunakan adiknya untuk mengantar barang jualannya.

"Memang dia tuh suka suruh (ojek online) untuk ambil barang di Pasar Pagi Mangga Dua, dan Asemka. Sering suruh ojek. Saya kira memang dia nyuruh ojek untuk ambil-ambil barang kayak begitu," ujar Farah.

Peri menghabisi nyawa Dini pada 13 September 2017 di Apartemen Laguna tower B cokelat, lantai 21 Nomor 19, Pluit, Jakarta Utara. Peri datang ke tempat korban atas permintaannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu korban ingin meminta bantuan dari Peri untuk mencarikan rentenir, sebab korban ingin meminjam uang.

Hanya beberapa saat berbincang, Peri lalu menyerang korban hingga tewas dan membiarkan jasad korban berada di dalam kamar apartemennya. Jasad Dini baru ditemukan sepekan kemudian, tepatnya pada Selasa, 19 September 2017.

Detik-detik sebelum mobil listrik hantam pengemudi ojek online

Ojol Korban Tabrakan Mobil Listrik di Kawasan Blok M Alami Patah Tulang, Grab Beri Pendampingan

Pengemudi ojol berinsial HS harus dilarikan ke RSUP Fatmawati akibat patah tulang usai 'dihantam' oleh mobil listrik di Jalan Panglima Polim Jakarta Selatan.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut