Kisah Anggi Berjalan Dalam Kobaran Api Tragedi Gudang Mercon
Anggi mengatakan, dia baru tiga bulan bekerja di pabrik mercon itu. Sebelumnya lokasi itu hanya gudang penyimpanan kembang api saja. Dia bekerja di pabrik itu bersama dua kakak kandungnya, Deni dan Muhammad Taneri.
"Kalau saya hitungannya karyawan, diupah 58 ribu per hari, kalau yang borongan itu 40 ribu. Saya di sini kerja dari yang tadinya cuma gudang sampai jadi pabrik. Saya kerja sama kakak saya dan semua kena jadi korban. Yang satu itu Muhammad Taneri jadi korban luka tapi, kakak saya Deni meninggal," kata Anggi.
Anggi yang merupakan putra kelima pasangan Yanto dan Sofiyah itu, mengaku diajak sang kakak untuk bekerja di tempat itu. Tanpa bekal ijazah dan yang lain, dia diterima sebagai pembuat obat kembang api. "Belum tahu (mau apa), tapi kalau sudah diizinkan pulang, saya mau pulang kampung ke Tegal dulu," katanya.
Seperti diketahui, tragedi itu terjadi pada Kamis, 26 Oktober 2017. Lebih dari 47 pekerja meninggal dunia dan puluhan lainnya menderita luka bakar. (mus)