Kisah Anggi Berjalan Dalam Kobaran Api Tragedi Gudang Mercon

Anggi saat ditemui di RSU Tangerang.
Sumber :

Anggi mengatakan, dia baru tiga bulan bekerja di pabrik mercon itu. Sebelumnya lokasi itu hanya gudang penyimpanan kembang api saja. Dia bekerja di pabrik itu bersama dua kakak kandungnya, Deni dan Muhammad Taneri.

img_title 36 Jenazah Gudang Mercon Sudah Diidentifikasi, Ini Daftarnya

"Kalau saya hitungannya karyawan, diupah 58 ribu per hari, kalau yang borongan itu 40 ribu. Saya di sini kerja dari yang tadinya cuma gudang sampai jadi pabrik. Saya kerja sama kakak saya dan semua kena jadi korban. Yang satu itu Muhammad Taneri jadi korban luka tapi, kakak saya Deni meninggal," kata Anggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggi yang merupakan putra kelima pasangan Yanto dan Sofiyah itu, mengaku diajak sang kakak untuk bekerja di tempat itu. Tanpa bekal ijazah dan yang lain, dia diterima sebagai pembuat obat kembang api. "Belum tahu (mau apa), tapi kalau sudah diizinkan pulang, saya mau pulang kampung ke Tegal dulu," katanya.

img_title KPAI Sebut Ada Eksploitasi Anak di Pabrik Mercon Tangerang

Seperti diketahui, tragedi itu terjadi pada Kamis, 26 Oktober 2017. Lebih dari 47 pekerja meninggal dunia dan puluhan lainnya menderita luka bakar. (mus)

Kondisi gudang mercon di Kosambi Tangerang usai ledakan pada bulan Oktober lalu, Senin (11/12/2017)

11 Korban Ledakan Pabrik Mercon Tangerang Masih Misteri

Belasan jasad korban kebakaran ini masih belum ditemukan

img_title
VIVA.co.id
11 Desember 2017
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut