Bakal Ada Bangunan Penunjang agar Tanah Abang Lebih Teduh

Kepadatan Kawasan Pasar Tanah Abang
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih terus melakukan kajian untuk menata kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Proses pengkajian tersebut belum sepenuhnya selesai dan belum dapat diumumkan kepada masyarakat.

img_title Pemprov DKI Jakarta Bakal Beri Kartu Transportasi Gratis bagi Pencari Kerja Mulai 2027

Mantan mendikbud ini menjelaskan, untuk penataan kawasan Tanah Abang ada beberapa infrastruktur penunjang yang harus dibangun terlebih dahulu, sebelum dilakukan penataan secara menyeluruh. Jika proses pembangunan tersebut selesai, baru dirinya akan menjelaskan secara gamblang apa yang akan dilakukan pada kawasan perbelanjaan terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebenarnya bukan soal diumumkan ya, tapi ada beberapa yang harus dibangun di situ. Setelah selesai itu sekaligus kami tunjukkan apa yang dilakukan di tempat itu," kata Anies di Balai Kota DKI, Kamis 7 Desember 2017.

img_title Soal Lahan Bongkaran, Hercules Beri Peringatan Keras ke Maruarar Sirait, Menteri PKP: Tanah Abang Aset Negara!

Sejauh ini, Anies masih enggan membeberkan bangunan penunjang apa saja yang akan didirikan untuk melakukan penataan di kawasan Tanah Abang. Namun, ia mengatakan secara singkat akan membuat Tanah Abang akan lebih teduh.

"Enggak ada bangunan khusus diperlukan, ini kan daerah kalau di siang hari cukup terik. Jadi nanti akan dibuatkan semacam tempat-tempat yang bisa lebih teduh," ujarnya.

img_title Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU Tahap II, Ditutup 6 Oktober 2026
Bayar pajak kendaraan bermotor di PRJ

Kabar Baik, Mulai 2 November Pemprov DKI Bebaskan Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor

DKI Jakarta bebaskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mulai 2 November

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut