Earth Hour, Lampu SUGBK Mati Satu Jam Sabtu Malam
- VIVA.co.id/ Foe Peace Simbolon
VIVA – World Wide Fund for Nature atau WWF Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Asian Games Organizing Committee atau Inasgoc, serta Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno akan memadamkan lampu penerangan dan dekorasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno selama satu jam, pada Sabtu 24 Maret 2018, pukul 20.30-21.30 WIB.Â
Pemadaman lampu itu, terkait kegiatan global Earth Hour. Kali ini, kegiatan tersebut bertema This Earth Hour #Connect2Earth. Hal itu juga dilakukan sebagai simbol kepedulian pada isu-isu lingkungan dan perubahan iklim.
CEO WWF Indonesia, Rizal Malik menjelaskan, pada 2009, Earth Hour dimulai di Indonesia. Dalam sepuluh tahun, mencatat sedikitnya ada 67 kota berpartisipasi.
Moment Earth Hour, lanjut dia, lantas berubah menjadi gerakan akar rumput, merangkul lebih dari 1.500 volunteer yang tergabung dalam Komunitas Earth Hour di 31 kota di Indonesia.
"From Moment to Movement. Setelah sepuluh tahun, Earth Hour menjadi sebuah gerakan global dan nasional. Kita bisa melihat ribuan aksi dilakukan oleh publik untuk menokong planet bumi ini," katanya di Media Centre Stadion Utama Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis 15 Maret 2018.
Earth Hour adalah kampanye global yang diinisiasi oleh WWF sejak 2007 di Sydney, Australia.Â
Menurut dia, Earth Hour secara global bukan lagi aksi satu jam memadamkan lampu, tetapi sudah berhasil mengadvokasi kebijakan terkait mitigasi perubahan iklim di berbagai negara di dunia.
"Tahun ini, dengan bangga kami mencatat partisipasi Gelora Bung Karno dalam aksi simbolis pemadaman lampu selama satu jam," ujarnya.Â
Dia menambahkan, "Sebagai ikon baru kebanggaan nasional, GBK menjadi simbol kemajuan pola pikir dan sikap masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap isu-isu lingkungan dan perubahan iklim yang kita alami saat ini."Â
Earth Hour 2018 akan didukung oleh sedikitnya 180 negara di dunia dan 60 kota di Indonesia. Pihak-pihak yang juga akan berpartisipaai dalam Earth Hour 2018 antara lain Gerakan Pramuka, Pemerintah Provinsi DKI, berbagai gedung perkantoran, hotel dan pusat perbelanjaan, dan masyarakat umum yang tergabung dalam komunitas-komunitas.
Tahun ini, 13 bandara yang tergabung dalam Angkasa Pura I juga akan berpartisipasi, yaitu Bandara di Denpasar, Makassar, Mataram, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Banjarmasin, Ambon, Kupang, Manado, dan Biak. (asp)