KPK Janji Profesional Usut Boediono

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang, memastikan pihaknya tidak akan tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi. Ia memastikan bila lembaganya mematuhi putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengenai penanganan kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century serta penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik .

img_title KPK Cegah Eks Bos Bank Century Robert Tantular Keluar Negeri

"Sejak kasus Budi Mulya putus KPK tidak pernah berhenti mendalami terus perkara ini. Jadi tanpa putusan maupun tuntutan siapa pun, KPK masih tidak dalam posisi menutup kasusnya," kata Saut kepada wartawan, Rabu, 11 April 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan Saut ini sekaligus menepis tanggapan miring keberadaan Deputi Penindakan KPK, Brigjen Pol Firli yang sebelumnya menjabat sebagai ajudan Wapres Boediono.

img_title Nasib Boediono cs di Kasus Bank Century Tunggu 14 Mei

Saut memastikan, pihaknya tetap profesional, meskipun Firli pernah mengawal Boediono. Apalagi, menurut Saut, pihaknya sudah memahami kontruksi kasus Century. "Penyidik dan penuntut yang faham konstruksi kasusnya seperti apa, siapa berperan apa, kick back-nya seperti apa (kalau ada) dan seterusnya," kata Saut.

Kendati begitu, Saut menyadari dalam menangani suatu perkara memerlukan kehati-hatian dan waktu yang tidak cepat. Apalagi sampai menetapkan seseorang tersangka. "Itu perlu waktu, bila tak ada juga itu putusan sebelumnya ya tinggal dikembangkan lagi dipelajari lebih lanjut seperti apa," ujar Saut.

img_title KPK Tak Ragu Jerat Boediono Cs

Diketahui, dalam perkara Century, KPK baru menyeret bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya ke penjara. Meski nama-nama besar mencuat dalam kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik di dalam persidangan, KPK belum juga menjerat pihak lain sampai saat ini.

Sebelumnya, hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan praperadilan terkait kasus Bank Century yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada KPK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam putusan yang dibacakan pada Senin, 9 April 2018 itu, hakim menerima gugatan MAKI terkait permohonan kepada KPK agar menindaklanjuti perkara Bank Century.

Dalam gugatannya MAKI mendalilkan KPK telah berlarut-larut menangani kasus Bank Century karena tidak segera menetapkan tersangka baru setelah putusan Budi Mulya. KPK juga dianggap telah menghentikan penyidikan kasus Century secara tidak sah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut