Eks Kepala Kejaksaan Jatim Jadi Caleg Nasdem demi Risma

Maruli Hutagalung, mantan kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, di Gelora Pancasila Surabaya pada Sabtu, 8 September 2018.
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal

VIVA – Maruli Hutagalung terdaftar sebagai calon legislatif DPR RI dari Partai Nasdem untuk Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya-Sidoarjo). Kota Pahlawan dipilih mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sebagai daerah labuhan mengabdi karena ingin mendukung perjuangan Tri Rismaharini dalam memimpin warga Surabaya.

Lagi, Polda Jatim Serahkan Berkas Tragedi Kanjuruhan ke Kejaksaan

Maruli adalah mantan kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dia langsung memutuskan pensiun dini setelah turun dari jabatannya pada Mei 2018. Semasa menjabat kepala Kejaksaan Tinggi, Maruli dikenal garang. Setiap bulan selalu ada tersangka korupsi yang dia tahan. Dia bahkan mengaku hobi menahan koruptor.

Sejenak tak terdengar kabar, tersiar kabar Maruli maju sebagai caleg DPR RI dari Nasdem untuk dapil Surabaya-Sidoarjo. Di luar urusan perkara, Maruli juga suka olahraga. Catur yang paling dia suka. Karena itu, semasa menjabat kepala Kejaksaan Tinggi dia ikut berjuang merebut gedung Gelora Pancasila, sarana pengembangan atlet milik Pemerintah Kota Surabaya yang puluhan tahun dikuasai swasta.

Minta Dukungan Nasdem-PKS untuk 2024, Edy: Tak Ada Niat Curi Start

Berkali-kali Pemkot Surabaya berusaha merebut kembali, namun tak membuahkan hasil. Lalu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melaporkan masalah itu kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, yang saat itu dipimpin Maruli. Penyelidikan digelar hingga akhirnya pihak swasta secara sukarela menyerahkan lagi gedung olahraga bersejarah itu ke Pemkot Surabaya pada awal 2018. 

Pada Juni 2018, aset senilai Rp183 miliar itu resmi diserahterimakan kepada Pemkot Surabaya. "Perjuangan menyelamatkan Gelora Pancasila ini penuh kerja keras. Intinya, kalau kita berani, kalau kita punya idealisme, pasti bisa selamatkan uang negara," kata Maruli di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 8 September 2018.

Surya Paloh Sebut Tak Ada Alasan Jokowi untuk Reshuffle Kabinet

Dia mengatakan, dibangun pada 24 November 1964, Gelora Pancasila dalam sejarahnya adalah ikon Jawa Timur dan Surabaya. Gedung itu salah satu simbol olahraga Jatim dan Surabaya.

"Semangat sejarah gedung ini sudah luar biasa. Tinggal sekarang kita manfaatkan. Aset sudah dikembalikan, maka mari dukung Bu Risma bagaimana mengelola Gelora Pancasila sebagai pusat pengembangan olahraga berskala internasional," kata Maruli.

Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida.

Haris Azhar dan Fatia KontraS Tidak Ditahan Kejaksaan, Ini Alasannya

Kejari Jatim belum menahan Direktur Lokataru, Haris Azhar, dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti, meski sudah resmi menjadi tahanan Kejari.

img_title
VIVA.co.id
6 Maret 2023