Ma'ruf Amin Ingatkan Masjid Bukan Medan Kampanye

Ma'ruf Amin dan Cak Imin di Cianjur
Sumber :
  • VIVA/Eduward Ambarita

VIVA – Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan bahwa masjid bukanlah tempat untuk berkampanye. Menurut dia baik dalam masjid hingga luar, teras dan lingkungan sekitarnya juga harus steril dari alat peraga kampanye.

img_title Buya Yahya Ungkap Sunnah Keluar Masjid, Ternyata Bisa Amalkan Dua Anjuran Sekaligus

"Kalau Jumatan itu bawa pamflet ya tidak boleh. Jadi mungkin risikonya pada pengurus masjid karena ada semacam kampanye," kata Ma'ruf saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Cianjur, Jawa Barat, Kamis 14 Februari 2019. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ma'ruf mengatakan, setiap orang memang berhak melaksanakan salat jumat. Hanya dalam konteks kontestasi politik, sebaiknya menurut dia tidak perlu ada ajakan atau berbondong-bondong pendukung dan kandidat datang ke masjid dalam rangka kampanye.

img_title Gandeng DMI dan BPMI, Aqua Kembali Berangkatkan 26 Marbot Umrah ke Tanah Suci

"Masjid jangan memberikan peluang untuk dijadikan tempat kampanye. Apalagi dalam acara-acara atau ada khotbah Jumat, khatib menggunakan mimbar Jumatnya itu menjadikan tempat kampanye," kata dia.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum PKB Muhamin Iskandar juga menegaskan bahwa masjid bukan arena atau lokasi untuk kampanye para kandidat.

img_title Malam-malam Kebakaran Hebat Dekat Stasiun Kebayoran Lama, Belasan Mobil Damkar Diterjunkan

Ia menyarankan, lokasi dipindahkan dan masjid digunakan hanya untuk beribadah bukan menggalang dukungan.

"Ada unsur kampanye ya tidak boleh," ujarnya. 

Sebelumnya, Ketua Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman, Hanief Ismail membantah kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya menolak calon presiden Prabowo Subianto salat Jumat di masjidnya. Keberatan takmir masjid disebut lantaran adanya penyebaran pamflet dan spanduk tentang agenda salat Jumat Prabowo di area masjid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masjid Kauman, kata dia, sudah terbiasa menerima tamu, musafir hingga pejabat-pejabat penting. Namun kegiatan itu tak membawa massa yang besar. Keberadaan pamflet-pamflet itu mencemaskan pengurus masjid karena kental nuansa politik.

"Yang menjadi keberatan kami adanya pamflet dan spanduk. Bukan kami menolak pak Prabowo. Jadi, intinya keliru kalau menolak," kata Hanief saat ditemui di Semarang, Kamis 14 Februari 2019.
 

Landmark Seoul, Korea Selatan

Terungkap Alasan Maraknya Anak Muda Korea Selatan Memilih Masuk Islam

Diperkirakan sekitar 45 ribu warga Korea yang lahir dan besar di Korea Selatan kini telah memeluk agama Islam, sebagian besar berasal dari generasi muda.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut