Gandeng Perguruan Tinggi, Kemenpar Target Devisa US$20 Miliar
- VIVA.co.id/ Zahrul Darmawan (Depok)
“Jaksel (Jakarta Selatan) ini ruang liminal campuran. Campuran antara kampung dan kota. Itu enggak mudah. Kita tetap mendukung kebijakan pariwisata nasional. Nah ke depannya inovasi lagi,” kata dia.
Pria yang akrab disapa Puka ini juga mengatakan, beberapa potensi wisata berbeda dapat ditemui di Jaksel, seperti di kawasan Kemang, Melawai dan sekitarnya. “Kita ingin mempromosikan destinasi wisata yang lebih variatif. Tapi sekarang kita lagi coba dengan event goes to campus.”
Salah satu destinasi wisata yang belakangan digandrungi kaum milenial Jaksel, kata Puka, adalah coffee shop. “Sepanjang Jalan Panglima Polim Jaksel tepinya LRT yang baru jadi destinasi wisata. Masyarakat sendiri punya kecerdasan membantu mengembangkan wisata,” katanya.
Puka mengaku, tantangan pariwisata di Jaksel lebih ke arah promosi. Selain itu, pihaknya juga bakal gencar dengan memaksimalkan potensi wisata cagar budaya. “Cagar budaya tetap, tapi belum kita maksimalkan. Kita terus melakukan pendataan, salah satunya contoh makam Pangeran Kuningan di gedung Telkom Gatot Subroto," ujarnya.
Goes to Campus
Terpisah, Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, Devi Roza Kausar mengatakan, kegiatan pariwisata goes to campus ini diharapkan dapat menjadi ajang pengembangan potensi wisata di Indonesia, khususnya dalam hal peningkatan kualitas SDM.
“Di sini kita mengetahui pentingnya kualitas SDM, pentahelix dan bagaimana kegiatan ini menjadi contoh yang baik dari kerjasama antara pemerintah dan akademisi dalam konteks SDM," ujarnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Sri Widyastuti menambahkan, pihaknya juga telah mengimbau mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam memperkenalkan potensi wisata. Salah satunya seni budaya Betawi, khsusnya ketika tampil di luar negeri. “Kami juga kerap mengadakan penelitian dan pengabdian masyarakat di kantong-kantong masyarakat Betawi seperti Setu Babakan,” katanya.