Saung Berkarya dan Miniatur Desa Mandiri Energi

Saung Berkarya, tempat pertanian terpadu ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Saung Berkarya yang berada di Hambalang, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu tempat yang digagas Partai Berkaya sebagai solusi krisis energi dan pangan di desa-desa. Tempat pertanian terpadu ramah lingkungan dan berkelanjutan ini digagas oleh Hutomo Manda Putra alias Tommy Soeharto.

img_title Dua Tahun Pemerintahannya, Prabowo: Harga Pupuk Berhasil Kita Turunkan 20 Persen

Dengan berbagai workshop pertanian, Saung Berkarya juga menjadi miniatur desa mandiri energi dengan pertanian terpadu. Membentang seluas tiga hektar, Saung Berkarya dirancang oleh dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) dan juga Universitas Pakuan, Sri Wahyuni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memiliki satu bangunan induk dan dua aula terbuka, setiap pekan tempat ini menerima kelompok besar petani dari berbagai wilayah di Indonesia. Tapi jangan berharap melihat lampu listrik di Saung Berkarya. Bila berada di tempat ini, kita hanya melihat lampu petromaks dengan bahan bakar biogas.

img_title Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

Juga tidak ada tabung gas, baik tiga atau 12 kilo untuk membuat kompor menyala. Semua bahan bakar di tempat ini menggunakan biogas. Bahkan pemanas air yang difungsikan di tempat ini.

“Semua menggunakan bahan bakar biogas. Bahkan, pemanas ruangan juga menggunakan biogas, termasuk lampu untuk menetaskan telur,” kata Sri Wahyuni, Senin, 18 Maret 2019.

img_title Pengmas UI Dorong Petani Muda Kembangkan Bisnis Pertanian Berbasis Pengetahuan Lokal dan Teknologi

Selain bangunan induk, di tempat ini  juga terdapat kandang ternak. Seperti sapi, domba, dan kandang ayam. Di sekitar bangunan juga ada kebun percontohan. Tanaman cabai, oyong Jepang, rumput gajah untuk pakan sapi, dan berbagai jenis sayuran, ada di tempat ini.

Disampaikan Sri Wahyuni, perempuan yang dijuluki Ratu Biogas, dalam aula, terdapat rak-rak hidroponik berisi berbagai jenis sayuran. Kotoran ternak di tempat ini ditampung dalam bak penampungan limbah yang energinya disalurkan ke tempat penampungan gas di bawah tanah dengan kubah berwana biru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kubah biru ini berfungsi sebagai penampung gas,” kata Sri Wahyuni.

Menurut Mbak Sri, yang merupakan anak transmigran Pulau Buru, saat ini memang belum seluruh lahan Saung Berkarya terbangun. Tapi dalam waktu dekat, lahan di bagian bawah akan difungsikan sebagai kandang untuk menambah jumlah ternak di tempat ini. Akan ada embung berbentuk hati untuk melengkapi sarana agrowisata mini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut