BNPB Resmikan Ruang Serbaguna Sutopo Purwo Nugroho

Peresmian ruang serbaguna Sutopo Purwo Nugroho
Sumber :
  • Rilis BNPB

VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penghargaan kepada mendiang Sutopo Purwo Nugroho berupa nama ruangan serbaguna di kompleks kantor badan tersebut.

Gempa M 6,1 Guncang Pasaman Barat, BNPB: 2 Meninggal, 20 Luka-luka

Ruangan itu diresmikan secara simbolik dengan nama Sutopo sebagai wujud penghormatan atas dedikasi Kepala Pusat Data dan Humas BNPB tersebut. Ruang serbaguna baru ini lokasinya di kompleks Graha BNPB, kantor pusat lembaga tersebut berada Jalan Pramuka Nomor 38, Jakarta Timur.

Adapun penamaan ruangan 'Sutopo' bentuk penghormatan kepada Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB itu, yang belum lama ini meninggal dunia karena menderita sakit kanker paru. Peresmian nama ruangan itu dihadiri istri mendiang Sutopo, Retno Utami. 

BNPB: Daerah-daerah yang Punya Isoter Rendah, Kematiannya Tinggi

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Kamis 1 Agustus 2019, Kepala BNPB Doni Munardo, juga memberi penghargaan kepada dua tokoh yang dianggap punya kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

Penghargaan pertama dengan tajuk Reksa Utama Anindha diterima oleh Mbah Sadiman. Kakek berusia 63 tahun itu berhasil menghijaukan perbukitan tandus seorang diri. Sementara penghargaan kedua diterima oleh Ahmad Arif, jurnalis media harian Kompas atas beberapa karyanya yang berhubungan dengan kebencanaan. Sedangkan penghargaan yang terakhir dianugerahkan kepada Sutopo sendiri. 

510 Rumah Rusak Akibat Diterjang Angin Kencang di Yogyakarta

Sutopo disebut pahlawan kemanusiaan yang telah membesarkan nama BNPB. Penghargaan diberi nama Pengabdian Insan Kemanusiaan Dharma Widya Argya.

Sutopo dinilai telah banyak menyumbangkan tenaga dan pikirannya terhadap kebencanaan dan kemanusiaan. 

Pak Topo, begitu Sutopo biasa disapa awak media dikenal begitu cekatan menyampaikan informasi ketika terjadi bencana atau pun memberantas hoaks terkait bencana dan potensinya melalui media sosial.

Sutopo Purwo Nugroho mengembuskan napas terakhir di rumah sakit di Kota Guangzhou, China, pada Minggu 7 Juli 2019. Dia menderita kanker paru-paru yang dideritanya sejak Desember 2017. Dia secara berkala bertolak ke China untuk mendapatkan pengobatan medis.

Sutopo diketahui lahir pada 1969. Pria lulusan Fakultan Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengawali kariernya di tahun 1994 dengan bekerja sebagai peneliti di bagian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dia kemudian menghiasi informasi di BNPB sejak tahun 2010. Salah satu momen yang membuat dia terkenal saat dengan sigap menjadi rujukan informasi ketika dia meneliti tanggul Situ Gintung yang menewaskan 100 orang pada tahun 2009 lalu. (ren)

Banjir terjadi di Serang, Banten

BNPB: 3 Warga Meninggal dan 2 Hilang Akibat Banjir di Serang

Sebanyak 2.413 KK yang tinggal di 2.413 rumah masih terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) antara 50-200 sentimeter.

img_title
VIVA.co.id
2 Maret 2022