Penanganan Minyak Tumpah di Karawang Paling Cepat 6 Bulan

Ilustrasi tumpahan minyak
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Tindakan penanganan atas insiden minyak tumpah akibat kebocoran sumur gas milik Pertamina di Laut Jawa, atau sebelah utara Karawang, Jawa Barat, memerlukan waktu minimum enam bulan. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, pemerintah akan terus mengawasi Pertamina sebagai pihak utama yang melakukan penanganan supaya masalah tuntas, juga memberi efek buruk seminim mungkin.

Memulihkan Noda di Laut Karawang

"Kita akan memastikan bahwa pemulihan ini tidak sekadar berjalan saja, tetapi harus dilakukan terus-menerus. Karena dampak lingkungan itu harus diantisipasi terus-menerus, tidak mungkin penanganan ini selesai satu bulan, dua bulan, tiga bulan, pasti minimum 6 bulanan," ujar Susi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis, 1 Agustus 2019.

Susi menyampaikan, sejak peristiwa kebocoran terjadi pada 12 Juli 2019, Pertamina yang merupakan BUMN telah berupaya melakukan penanganan seoptimal mungkin. Susi memantau langsung upaya penanganan, utamanya pencegahan tumpahan minyak menjangkau daratan, melalui helikopter Kamis ini.

Penanggulangan Tumpahan Minyak Usai, PHE Kembali Pulihkan Lingkungan

"Saya baru bisa sempatkan meninjau sendiri (menggunakan helikopter) dari Halim, keliling sepanjang pesisir, kemudian ke rig, melihat. Kalau penanganan, sudah tentu dicoba untuk betul-betul optimal," ujar Susi.

Susi juga mengemukakan, hal yang disayangkan hanyalah lolosnya sebagian tumpahan minyak ke area yang lebih luas, hingga ke beberapa titik di daratan. Hal itu dinilai terjadi karena oil boom atau alat penangkap tumpahan minyak yang tidak bisa secepatnya diturunkan untuk mengatasi peristiwa.

Pertamina Berhasil Sumbat Kebocoran Sumur YYA-1 di Karawang

"Dilihat di pesawat (helikopter), ada beberapa tempat sih yang masih ada hitam-hitamnya (tumpahan minyak)," ujar Susi.

Sebelumnya diberitakan, insiden kebocoran minyak dan gas di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area PHE ONWJ terjadi pada 12 Juli 2019. Kebocoran terjadi, saat pemasangan rangkaian casing scraper terjadi well kick atau merembesnya fluida formasi seperti minyak, gas, atau air, yang kemudian terlihat gelembung di sekitar YYA platform pada pukul 01.30 WIB. 
 

Tim PHE OSES dan PPSU Kepulauan Seribu bersihkan ceceran minyak di Pulau Pari.

Respons Ceceran Minyak di Pulau Pari, PHE OSES Kirim Tim Pembersihan

PHE OSES kirim 10 orang bantu Pemda bersihkan ceceran minyak.

img_title
VIVA.co.id
12 Agustus 2020