Cerita Cinta Terpidana Bom Bali Umar Patek Bertemu Pujaan Hati

Umar Patek dan istrinya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

VIVA – Umar Patek merupakan terpidana kasus bom Bali 2002 yang pernah menjadi buruan sejumlah negara. Namun siapa sangka terpidana terorisme itu merupakan sosok yang berbeda di hadapan wanita yang kini menjadi istrinya, Gina Gutierez Luceno alias Ruqayah.

img_title 7 WNI Awak Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamin Dibebaskan, Satu Warga Taiwan Jadi Tersangka Tunggal

Pentolan Jemaah Islamiyah (JI) itu mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Surabaya di Porong (Lapas Porong), Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sejak beberapa tahun lalu karena terbukti terlibat dalam serangan bom Bali 2002. Dia pun dicurigai terlibat dalam serangan bom Natal pada tahun 2000.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Umar Patek saat itu menjadi salah satu orang yang paling diincar oleh pemerintah Amerika Serikat, Australia, Filipina, dan Indonesia. Bahkan Amerika menawarkan hadiah sebesar US$1 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukan dan menangkapnya.

img_title Demo Besar Guncang Prancis hingga Belgia, WNI Diingatkan Tak Ikut-ikutan Turun ke Jalan

Umar Patek diketahui memiliki banyak jaringan dan pengalaman di Filipina dan Afghanistan. Di Filipina, bersama dengan mujahidin (sebutan Umar untuk kawan-kawannya), Umar berkumpul di kamp salah satu kelompok militan Filipina, Moro Islamic Liberation Front (MILF) di Mindanao. Di sana, dia bersama kawan-kawannya dari Indonesia merupakan pengikut pemimpin JI, Abu Bakar Ba'asyir.

Di kamp Filipina itu cerita cinta Umar dan Gina atau Ruqayah pun bersemi. Mereka memutuskan menikah pada 1998.

img_title Beribadah Dalam Eskalasi Konflik di Arab Saudi, Kemenlu Pastikan 49 Ribu Jamaah Umrah Aman

"Saat itu, saya ada di Filipina, di Pulau Mindanao, tepatnya di kamp Abu Bakar Ashshiddiq, mujahidin di bawah MILF. Itu tahun 1995, kemudian tahun 1998 memutuskan menikah," kata Umar di Lapas Porong, Rabu, 20 November 2019, seperti dikutip dari VIVAnews.

Umar menuturkan, kala itu dia mendengar ada seorang gadis lokal yang baru masuk Islam. Nama gadis itu, yakni Gina Gutierez Luceno.

"Dia berhijrah masuk ke dalam kamp Abu Bakar Ashshiddiq karena ingin belajar Islam. Di sana ada sekolah madrasah, dari Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan selanjutnya. Di situ, saya berusaha untuk meminang dia," tutur Umar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika ditanya alasan Umar mempersunting Gina, dia mengaku karena yakin. "Yakin saja," jawabnya malu-malu.

Dia akhirnya mendatangi orangtua Gina yang tinggal di luar kamp. Menurutnya, keluarga besar Gina saat itu setuju, kemudian dilakukan pernikahan resmi di dalam kamp Abu Bakar Ashsdhiddiq.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut