Asal Mula Nama Indonesia
- ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Nama Indonesia mulai santer sebagai identitas dengan bobot politis yang sama dengan Hindia di kalangan mahasiswa asal nusantara yang belajar di Kota Leiden, Belanda, semasa Perang Dunia Pertama sekitar tahun 1917. Dalam bukunya, Harry menyebut bahwa Sam Ratulangi semasa menjadi aktivis dalam kelompok peduli Indonesia di Belanda, giat mempopulerkan nama itu Tanah Air.
Salah satu peran Ratulangi adalah saat bersama Roland Tumbelaka mendirikan perusahaan asuransi di Bandung dengan nama “Assurantie Maatschappij Indonesia” pada 1925. Ini adalah contoh pertama yang diketahui dari kata "Indonesia" yang digunakan dalam dokumen resmi, ungkap Mirjam Kunkler dalam bukunya, “Constitutionalism, Islamic Law, and Religious Freedom in Post Independence Indonesia.”
![]()
(Sam Ratulangi pada saat akan memberi pidato di Volksraad (1927))
Muhammad Hatta, yang akhirnya dikenal sebagai salah satu Bapak Proklamator RI, saat belajar dan menjadi aktivis mahasiswa di Belanda mengubah nama perhimpunan mahasiswa Indiesche Vereeniging menjadi Perhimpoenan Pelajar Indonesia pada 1922. Majalah organisasi itu yang tadinya bernama Hindia Poetra, berganti jadi Indonesia Merdeka.
Partai Komunis Hindia-Timur, yang didirikan pada 1919, juga ikut ganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1924. Lalu, pada 4 Juli 1927, berdiri pula Perserikatan Nasional Indonesia (PNI), dan menjadi Partai Nasional Indonesia setahun kemudian, yang salah satu pendirinya adalah Ir. Soekarno, Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia.
Sejak saat itu penyebutan Indonesia terus populer dan berhasil memupus nama Hindia Belanda untuk menyebut nama bangsa dari sekumpulan suku dan budaya di nusantara ini hingga menjadi nama negara kesatuan berbentuk republik sejak diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945.