Deretan Poster Bikin Ngakak Warnai Aksi Mahasiswa

Ribuan mahasiswa dalam aksi Gejayan Memanggil di Yogyakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

VIVA – Aksi mahasiswa turun ke jalan masih berlanjut di berbagai daerah. Selain di Jakarta, para intelektual muda ini beraksi di Yogyakarta, Malang, Makassar, sampai Bandung.

img_title Demo Prancis Berlanjut! KBRI Paris Imbau WNI Waspada, Hindari Titik Ini

Namun, ada di balik aksi tersebut ada momen lucu terangkum dalam gambaran poster yang dibawa para mahasiswa. Salah satunya misalnya seorang mahasiswa di daerah saat beraksi pada Senin, 23 September 2019 dengan membentangkan poster yang menyinggung kasus eks Menpora Imam Nahrawi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam poster yang dikutip Selasa, 24 September 2019 tersebut bertuliskan ‘Imam Syafi'i, Imam Hambali, Imam Hanafi, Imam Maliki semua mengharamkan korupsi kecuali Imam Nahrawi yang beda’.

img_title Siapa Daerah Paling Inovatif? Kemendagri Matangkan Penilaian IGA 2026

Mahasiswa bawa poster lucu saat aksi

Selain itu, ada tulisan poster yang dibawa mahasiswa menolak RUU KUHP dan RUU KPK di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta. Tulisan poster ada yang bertuliskan 'Terimakasih DPR, sudah memelihara fakir miskin, dan anak terlantar memelihara di penjara."

img_title Jakarta Diguncang 61 Titik Demo Hari Ini, di DPR hingga Mahasiswa Trisakti Turun Aksi

Ada juga poster yang dibentangkan dengan menghujat DPR yang berperilaku tak sesuai dengan aspirasi rakyat yang memilihnya. Kutipan isi poster tersebut sebagai berikut 'Itu DPR apa lagunya Afgan? Kok Sadis'.

DPR masih jadi sasaran kritikan lewat tulisan poster. Ada poster yang menulis DPR sebagai lembaga pekok.

Mahasiswa bawa poster lucu saat aksi

Lalu, ada juga poster sebagai bentuk dukungan terhadap KPK yang dianggap diperlemahkan dengan revisi UU. Bunyi poster yang dibentangkan itu seperti 'Cukup Cintaku yang Kandas tapi Jangan KPK'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, aksi mahasiswa makin meluas di berbagai daerah. Aksi sebagai bentuk protes terhadap RUU KUHP, RUU KPK, sampai meminta Jokowi turun dari jabatannya sebagai presiden. Pusat aksi ini terjadi dI DPR, Senayan, Jakarta. Para mahasiswa bahkan sempat menemui wakil DPR pada Senin malam, 23 September 2019. Mereka menyampaikan mosi tak percaya kepada DPR. (jhd)

>

Gedung Polda Metro Jaya, Sudirman

Soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf

Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul polemik pemberitaan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di depan Pos Polisi (Pospol)

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut