Sidang Ditunda, Pengibar Bendera Bintang Kejora di Istana Minta Bebas

Sidang dakwaan kasus makar bendera bintang kejora di Istana Merdeka ditunda
Sumber :
  • VIVAnews/Foe Peace

VIVA – Sidang perdana terdakwa perkara pengibaran bendera Bintang Kejora, lambang Organisasi Papua Merdeka atau OPM batal digelar hari ini, Senin 16 Desember 2019.

img_title Jelang 1 Desember, Kapolres Jayapura Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Papua Merdeka

Hakim Ketua, Agustinus Setya Wahyu Triwiranto mengatakan, sidang dengan agenda pembacaan itu ditunda, lantaran kuasa hukum mengaku belum dapat berkas dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa hukum mengaku baru satu berkas dakwaan terhadap terdakwa Arina Elopere yang didapat, sementara ada enam terdakwa dalam perkara ini.

img_title Viral Siswa Gunakan Atribut Bintang Kejora di Dogiyai Papua Tengah

Sempat terjadi adu argumen antara pihak kuasa hukum dan JPU yang menyebut berkas dakwaan sudah diberikan seluruhnya. Alhasil, Hakim Ketua Agustinus menunda sidang jadi Kamis mendatang, 19 Desember 2019.

"Kita sepakat, karena permintaan kuasa hukum dan jaksa, sidang kita tunda ke Kamis," kata Hakim Ketua, Agustinus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 16 Desember 2019.

img_title Kaleidoskop 2023: 4 Ulama Murtad, Reaksi Tentara Israel Melihat Pasukan Elit TNI AL Kopaska

Sementara itu, salah satu terdakwa, yaitu Surya Anta Ginting minta pemerintah agar para tahanan politik dan narapidana politik Papua dibebaskan. Menurutnya, pemerintah harus membuka ruang demokrasi bagi warga Papua. 

Dia merasa, apa yang dilakukan pihaknya pada 28 Agustus 2019 lalu, di depan kawasan Istana Negara bukan tindakan makar, tetapi aksi damai. Hal ini dikatakannya, pascapersidangan.

"Jangan bungkam demokrasi dengan penjara. Jangan bungkam demokrasi dengan penjara. Kembalikan hak hidup bagi rakyat Papua. Bebaskan rakyat Papua, untuk menentukan nasib sendiri. Hidup rakyat Papua. Hidup rakyat Papua. Hidup rakyat Papua. Kami melakukan aksi secara damai. Kami aksi tanpa kekerasan. Jika kemanusiaan sudah dihancurkan, maka tirani lah yang berkuasa. Mari bersatu. Bersolidaritas untuk rakyat Papua dan rakyat tertindas lainnya," ujar Surya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, bendera Bintang Kejora berkibar di depan Markas Besar TNI dan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Bendera itu dikibarkan oleh mahasiswa Papua,di tengah aksi unjuk rasa.

Ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme itu melakukan aksi sejak pukul 12.00 WIB. Setelah menyampaikan pendapat, mereka membuka baju untuk menunjukkan simbol perlawanan dan mengibarkan tiga bendera Bintang Kejora di depan Mabes TNI dan Istana Merdeka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut