Tim Temukan Lokasi Pendaratan, Evakuasi Heli MI 17 Dilakukan Besok

Helikopter melakukan pendaratan (Ilustrasi)
Sumber :
  • Basarnas Jawa Tengah

VIVA – Komandan Korem 172/Praja Wira Yakti Kolonel Binsar Sianipar menyatakan, tim evakuasi telah berhasil menemukan titik pendaratan pasukan serta rute yang akan digunakan untuk melakukan evakuasi Heli MI 17 dan korban yang jatuh di Oksibil, Papua pada Juni 2019 lalu.

Korban belum bisa dievakuasi karena berada di tebing yang curam dengan sudut kemiringan 90 derajat. TNI telah meninjau ulang lokasi heli itu lewat udara. Peninjauan dilakukan pada hari kedua pencarian bersama masyarakat setempat.

"Tadi pagi pukul 07.30 WIT, Tim Kodam XVII Cenderawasih telah berhasil menemukan titik pendaratan pasukan di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Pegunungan Bintang. Kemudian rute yang akan digunakan untuk proses evakuasi. Jadi besok kita akan dropping pasukan untuk mulai proses evakuasi," ujar Komandan Korem 172/PWY, Kolonel  Binsar Sianipar, Rabu, 12 Pebruari 2020.

Menurut dia, proses evakuasi heli dan korban besok akan dibantu dengan empat helikopter, yakni tiga milik TNI AD dan satu milik sipil.

"Kita juga sudah mendapat tambahan helikopter untuk proses evakuasi. Kita juga sudah berkoordinasi dengan semua pilot, dan besok jika cuaca mengizinkan maka kita akan mulai melakukan evakuasi. Baik itu mencari jenazah dan penyebab terjadinya kecelakaan," tuturnya.

Danrem mengaku bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam upaya evakuasi 12 korban.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak, baik TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Jadi setiap kita melakukan peninjauan kita selalu melibatkan masyarakat di sana yang mengetahui rute di sana," ujarnya.

Danrem mengatakan bahwa sejauh ini cuaca ekstrem di wilayah Pegunungan Bintang masih menjadi kendala karena sering berubah-ubah. Ia berharap agar besok pagi cuaca cerah sehingga bisa dilakukan evakuasi.

Minggu Dini Hari, Tahajud Terakhir Peltu Suyata

Binsar menuturkan, cuaca di lokasi kejadian hanya bisa terbuka sekitar 2-3 jam, kemudian tertutup lagi. 

"Tetapi kami berharap pada saat evakuasi besok cuaca cerah agar kami bisa melakukan dropping pasukan dan mereka bisa mengevakuasi 12 korban yang ikut dalam kecelakaan helikopter MI-17 tersebut," tuturnya.

Pilot Heli TNI AD yang Selamat Dievakuasi ke RSAL Tarakan

Hilang 8 Bulan, Jenderal Andika Santuni Keluarga Korban Heli MI-17

Hilang di pegunungan Papua sejak 2019, ketemu Februari 2020.

img_title
VIVA.co.id
30 Juni 2020