KPK Terima Info Kebebasan Narapidana Rudi Rubiandini

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri
Sumber :
  • VIVAnews/Syaefullah

VIVAnews - Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya, Rudi Rubiandini, dikabarkan telah bebas hari ini, Minggu, 16 Februari 2020.

img_title Centcom Klaim 95% Kapal Melintas di Selat Hormuz dengan Aman, Meski Dapat Serangan Kecil

Dijelaskan pihak Ditjen Pemasyarakatan, Rudi sejatinya baru bebas murni pada tanggal 16 Mei 2020. Hanya saja dia sudah dilepaskan pada hari ini karena terhitung program Cuti Menjelang Bebas (CMB). Sehingga ia akan dikenakan wajib lapor kepada Bapas Bandung sampai dengan 16 Mei 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rudi juga diungkapkan telah membayar subsider hukumannya sebesar Rp200 juta.

img_title Bandara Riyadh Dibuka Lagi, AS Wanti-wanti Serangan Lanjutan Kelompok Houthi

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri, mengaku instansinya selaku pihak yang menangani kasus Rudi telah diberi tahu oleh jajaran lapas. Meski begitu, kata Ali, itu menjadi wewenang lapas sepenuhnya.

“Tapi benar berdasar info dari Lapas Sukamiskin, hari ini yang bersangkutan (Rudi Rubiandini) selesai menjalani pidananya,” kata Ali Fikri dikonfirmasi awak media.

img_title Ekspor Gas dari Indonesia Dipangkas, Singapura Tegaskan Komitmen Kontrak

Pada perkaranya, Rudi Rubiandini, divonis 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menilai, Rudi terbukti menerima suap terkait pelaksanaan proyek di lingkungan SKK Migas.

Hakim menjelaskan, sebagaimana dakwaan kesatu, Rudi menerima uang dari bos Kernel Oil Singapura Widodo Ratanachaitong dan PT Kernel Oil Private Limited (KOPL) Indonesia sebesar 900.000 dollar AS dan 200.000 dollar Singapura.

Menurut hakim, uang yang diterima Rudi terbukti terkait pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondensat bagian negara di SKK Migas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Rudi juga menerima uang dari Presiden PT Kaltim Parna Industri, Artha Meris Simbolon, sebesar 522.500 dollar AS. Uang ini diberikan agar Rudi memberikan rekomendasi atau persetujuan menurunkan formula harga gas untuk PT Kaltim Parna Industri (PT KPI). Sejumlah uang ini diterima Rudi melalui pelatih golfnya, Deviardi alias Ardi.

Rudi juga dinilai terbukti menerima uang dari sejumlah pejabat SKK Migas sebagaimana dakwaan kedua. Uang itu diterima Rudi dari Wakil Kepala SKK Migas Johanes Widjonarko yang saat ini menjabat Kepala SKK Migas sebesar 600.000 dollar Singapura (SGD).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut