Di Malang, Ada 6 Pasien Suspect Corona

Warga memeriksakan kesehatan di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso. (Foto ilustrasi).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

"Masyarakat bisa bijak, tidak perlu takut, dan tidak perlu memborong masker, sembako, karena itu akan berpengaruh pada kondisi masyakarat sendiri. Nanti barang-barang tidak ada, menjadi mahal," kata Kohar.

img_title WHO Nyatakan COVID-19 Bukan Lagi Darurat Kesehatan Global

Angka Kematian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyebaran virus corona atau Covid-19 ke Indonesia membuat sebagian masyarakat panik. Apalagi hingga saat ini para ahli masih berusaha keras membuat vaksin atau obat untuk menyembuhkan virus corona.

img_title Ilmuwan China Ungkap Kemungkinan COVID-19 Berasal dari Manusia

Muhadjir Effendy mengatakan virus corona bisa sembuh dengan sendirinya. Puncak infeksi virus corona terjadi pada hari ke-14. Bila daya tahan tubuh kuat, virus corona bakal hilang dengan sendirinya.

"Ini masih belum ada obatnya, akan tetapi bagi mereka yang daya tahan tubuhnya bagus, akan bisa mengalahkan. Puncaknya 14 hari itu, kalau penyakitnya menyerah, orang itu akan berhasil sembuh," kata Muhadjir masih di lokasi yang sama.

img_title Resmi! AS Putuskan Cabut Darurat COVID-19

Selain itu, Muhadjir mengungkapkan angka kematian pengidap virus corona tidak sampai tiga persen. Untuk itu, dia meminta masyarakat jangan panik. Sebab, bila panik justru akan memperburuk keadaan karena tidak fokus dengan upaya penyembuhan.

"Angka kematian belum sampai tiga persen di seluruh dunia. Artinya virus ini, mestinya bisa disikapi dengan cara-cara yang lebih dingin, tidak panik. Justru yang paling berbahaya adalah sikap panik masyarakat terhadap wabah ini," ujar Muhadjir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muhadjir mengatakan hingga saat ini pemerintah berusaha semaksimal mungkin dalam mengatasi wabah virus corona. Selain berusaha membuat obat, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas mulai dari rumah sakit hingga tiga pulau sebagai tempat karantina bila terjadi kemungkinan terburuk.

"Pemerintah akan semaksimal mungkin mengatasi virus corona. Virus corona ini akan kami atasi dengan cara-cara yang profesional. Disamping rumah sakit rujukan, itu juga ada rumah sakit penerimaan dan rehabilitasi, dan stabilisasi. Bahkan semua puskesmas, sudah dilatih untuk menerima pasien yang suspect corona," tutur Muhadjir.

Presiden Jokowi dicek kesehatan sebelum divaksinasi booster COVID-19 tahap dua

Bertarung Pulihkan Pandemi, Jalan Terjal Pemerintah Indonesia Bangkit dari Belenggu COVID-19

Lantas bagaimana jejak perjalanan mewabahnya virus mematikan Sars-CoV-2 tersebut, hingga langsung memunculkan situasi pandemi yang mencekam di Tanah Air?

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut