Kronologi Aktivis Ravio Patra Dijebak dan Diretas WhatsAppnya

Ilustrasi penjara.
Sumber :

VIVAnews - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya dilaporkan menangkap seorang peneliti dan pegiat demokrasi, Ravio Patra. Ravio diduga dijebak dengan cara diretas nomor WhatsAppnya dan dibuat seolah menyebarkan pesan provokasi.

img_title Demo 27 Agustus, Komdigi Minta Masyarakat Tak Sebar Ujaran Kebencian dan Provokasi di Media Sosial

Dugaan dan kronologi disampaikan oleh Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus (KATROK) yang terdiri dari SAFEnet, YLBHI, LBH Jakarta, LBH Pers, KontraS, AMAR, ICW, Lokataru, AJAR, Amnesty International Indonesia, dan ICJR lewat pernyataan persnya, Kamis 23 April 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami melihat dan meyakini motif penyebaran itu adalah plotting untuk menempatkan Ravio sebagai salah satu pihak yang dijebak seolah-olah akan membuat kerusuhan," tulis KATROK.

img_title Tolak Aksi Provokasi, PP SEMMI Ajak Masyarakat Kedepankan Demokrasi Damai

Baca juga: Polisi Tangkap Pria Penampar Perawat di Semarang

Berdasarkan kronologi yang disampaikan, pada Selasa, 22 April 2020, sekitar pukul 14.00 WIB, Ravio Patra mengadu kepada SAFEnet kalau ada yang meretas WhatsApp miliknya. Ketika dia mencoba menghidupkan WhatsApp, muncul tulisan, "You've registered your number on another phone".

img_title Jaga Kedamaian, PW GPA Jakarta Serukan Tolak Segala Aksi Provokasi

Setelah Ravio melakukan pengecekan inbox SMS, ternyata ada permintaan pengiriman One Time Password (OTP) yang biasa dipakai untuk mengonfirmasi perubahan pada pengaturan Whatsapp.

Di antara pukul 13.19 WIB hingga 14.05, Ravio juga mendapatkan panggilan dari nomor 082167672001, 081226661965 dan nomor telepon asing dengan kode negara Malaysia dan Amerika Serikat. Saat diidentifikasi melalui aplikasi, nomor tersebut merupakan milik AKBP HS dan Kol ATD.

Ravio sempat mengumumkan secara terbuka lewat akun @raviopatra di Twitter bahwa WhatsApp miliknya diretas dan dikendalikan oleh orang lain. Dia meminta agar tidak ada yang mengontak WhatsAppnya, tidak menanggapi pesan yang datang dari nomornya, dan meminta agar akunnya dikeluarkan dari berbagai WhatsApp Group.

Dua jam setelah membuat pengumuman itu atau pada pukul 19.00 WIB, WhatsApp milik Ravio berhasil dipulihkan. Selama diretas, pelaku menyebarkan pesan palsu berisi sebaran provokasi sekitar pukul 14.35 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesan yang dikirimkan ke sejumlah nomor tidak dikenal itu berbunyi, "KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR! AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH".

Ravio sempat menghubungi SAFEnet, YLBHI dan juga komisioner Komnas HAM untuk meminta bantuan. Sekitar pukul 00.30 WIB, muncul artikel di seword.com dengan teks yang memojokkan Ravio disertai dengan hasil tangkapan layar yang mencantumkan pesan provokasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut