Heboh Bendera Merah Putih Bergambar Palu Arit Ditemukan di Unhas

VIVA – Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan menganggap ditemukannya bendera merah putih bergambar palu arit di tengahnya di di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar sebagai bentuk penghinaan. Aparat diminta mengusut tuntas.

img_title Neeltje Deliana, Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 di Istana

Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli, menegaskan hal itu tidak boleh dibiarkan, dan pelakunya harus ditangkap. Sebab, bendera ini menghina Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pihak kampus Unhas harus melaporkan secara resmi kepada kepolisian, karena itu tidak bisa dibiarkan dan dianggap sebagai bahan candaan dan sejenisnya. Itu adalah penghinaan dan pelecehan terhadap simbol negara kita," ujar Zulkifli, Selasa, 26 Mei 2020.

img_title Paskibraka Pembawa Bendera Merah Putih di HUT ke-81 RI: Celina Olivia Apriani Theo

Zulkifli menyebut, muncul kejadian itu menandakan kampus jadi salah satu sumber dan sasaran empuk perkembangan paham komunis. Kampus juga dinilai sebagai tempat bersemainya pemahaman cinta negara harus bertindak cepat mengusut dan menghukum apabila ada mahasiswa yang terlibat.

"Kita berharap pihak Unhas bisa kooperatif membantu aparat untuk menuntaskan masalah ini, karena ini harus menjadi pelajaran kepada seluruh kampus supaya lebih berhati-hati pada kajian mahasiswa yang diduga bisa menyebarkan dan mengembangkan paham komunis, marxis dan lenimisme di Indonesia, terutama di Makassar," jelas Zulkifli.

img_title Anggota DPR Minta Penurunan Bendera Merah Putih di Aceh Diusut Tuntas!

Pun, dikonfirmasi terpisah, Wali Rektor III Unhas Makassar, Profesor Arsunan Arsin, membenarkan soal insiden bendera merah putih bergambar palu arit itu.

Dia menyebut, bendera itu ditemukan pada 12 April 2020, saat agenda patroli rutin satpam ke semua fakultas. Saat itu, didapati kain yang menyerupai bendera merah putih yang di tengahnya terdapat logo palu arit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya ke lokasi dan minta kain yang tergantung tersebut diturunkan. Setelah itu, pihak Satpam menyerahkan kain tersebut ke pihak kepolisian, Polsek Tamalanrea, dan informasinya masih dalam pengembangan pihak kepolisian," ujar Arsunan

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, sendiri memastikan bahwa laporannya belum masuk.

Bendera Merah Putih dikibarkan personel TNI AL di atas dek kapal induk KRI Sriwijaya-100

Momen Bendera Merah Putih Berkibar di Kapal Induk KRI Sriwijaya-100

Setelah proses pengibaran bendera, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebagai inspektur upacara mengukuhkan nama baru ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut