67 Petugas Medis di NTB Positif Corona

VIVA – Gugus Tugas Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan kasus corona di NTB sempat berkurang, namun jelang lebaran justru bertambah.

img_title 3 Legislator Divonis Bebas, Uang Rp2,2 M Langsung Dikembalikan Jaksa ke 13 Anggota DPRD NTB

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi, mengatakan kasus corona jelang lebaran meningkat, setelah sebelumnya sempat mengalami tren penurunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sempat kita akan melihat cahaya terang di ujung terowongan, ketika melihat tren penurunan kasus pasien positif. Namun tak diduga menjelang hari raya Idul Fitri justru terjadi gelombang tertinggi dengan penambahan 54 pasien positif Covid-19. Tadi malam pasien positif 49 orang," ujar Lalu di Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Rabu, 27 Mei 2020.

img_title Waspada Banjir Rob Intai Pesisir NTB, BMKG Ingatkan Masyarakat Hal Ini

"Dari data tersebut, tenaga kesehatan berjuang keras untuk memberikan pelayanan terbaik. Benarkah tenaga kesehatan kita sudah terpapar Covid-19?" katanya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengungkapkan jumlah tenaga medis positif Coronavirus.

img_title Polisi Turun Tangan Selidiki Dugaan Intimidasi Terhadap WNA di Pelabuhan Bangsal

"Tenaga kesehatan mulai terinfeksi. Jika ada satu positif, maka satu regu tenaga kesehatan di-off-kan. Kalau ada tenaga kesehatan yang positif, maka masalah pelayanan terhadap publik. Ini yang dihadapi oleh teman-teman rumah sakit," katanya.

Hingga hari ini 67 tenaga kesehatan di NTB positif. Sebanyak 64 orang saat ini masih dirawat.

"Ini adalah 11 persen. Ada di tujuh sarana kesehatan. Enam rumah sakit dan satu puskesmas," ujarnya.

Ia mengungkapkan, tenaga medis yang positif masing-masing terdiri dari dokter gizi delapan orang, paramedis 54 orang, dokter gizi satu orang, apoteker tiga orang dan radiologi satu orang.

"Beberapa di antaranya sudah menulari keluarganya juga," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jenis kelamin tenaga medis yang positif laki-laki sebanyak 29 orang dan perempuan 38 orang. Untuk rasio umur, 21-30 tahun sebanyak 28 orang, 31-40 tahun sebanyak 25 orang, 41-50 tahun sebanyak 12 orang dan di atas 50 tahun dua orang.

"Waspadalah kalian semua, tenaga kesehatan yang pakai APD saja bisa tembus dari virus. Apalagi kalian yang tidak pakai masker," katanya.

Ilustrasi korban pencabulan

Bejat! Pria Paruh Baya Cabuli Bocah 5 Tahun di NTB, Begini Kronologinya

Kepolisian mengamankan seorang pria berinisial H (57) terkait kasus dugaan pencabulan terhadap anak berusia lima tahun di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, NTB.

img_title
VIVA.co.id
29 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut