Perppu Penanganan COVID-19 Kian Rentan Modus Korupsi?

Dana anggaran penanganan corona rentan dikorupsi dan kebal hukum
Sumber :
  • youtube.com/tvOneNews/

VIVA – Reaksi Presiden Joko Widodo yang tak dapat menyembunyikan kejengkelannya. Hal itu tampak saat kala mengevaluasi kinerja kabinet Indonesia Maju dalam penanganan pandemi Corona yang sempat jadi sorotan publik.

img_title Prabowo Sampaikan Ucapan Spesial untuk Ulang Tahun ke-65 Jokowi, Diunggah Langsung Lewat Instagram

Presiden menilai, penanganan pandemi yang dilakukan oleh para pembantunya dianggap masih lamban. Padahal, anggaran ratusan triliun Rupiah telah disiagakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Payung hukum yang seakan memaklumi pelebaran dan penggunaan anggaran itu di tengah situasi darurat, juga telah disetujui oleh Presiden maupun parlemen.

img_title Ijazah Palsu Jokowi Dibawa ke Ranah Hukum, Boni: Itu Terobosan yang Bagus

Baca juga: Wisuda di Zaman COVID-19, Mahasiswa UKSW Gunakan Inovasi Robot

Tak hanya itu, dalam pidatonya itu pun Jokowi juga sempat menyampaikan bakal berupaya keras agar dana yang disiapkan tangani Corona bisa bergulir lebih cepat ke masyarakat dengan menyiapkan sejumlah skenario, demi bisa mendorong jajaran kabinetnya lebih sigap bekerja.

img_title Bantah Matahari Kembar, Golkar: Ada Upaya Benturkan Prabowo dengan Jokowi

Lantas, apakah langkah-langkah Presiden dalam membuka kelonggaran skema aturan penggunaan dana penanganan ccorona sudah dapat dibilang tepat?

“Saya sangat sependapat dengan pemerintah, menerbitkan Perppu sebagai payung hukum untuk menyatakan COVID-19 adalah darurat, sehingga bisa ditangani dengan cara-cara darurat," ungkap pakar hukum pidana, Teuku Nasrullah dalam program Kabar Petang tvOne.

Baca juga: Setelah 4 Bulan Ditutup, Masjid Al Hikmah New York Dibuka Lagi

"Keadaan darurat boleh ditangani dengan darurat, tapi jika ada penyimpangan-penyimpangan, maka tidak berarti bahwa mereka bebas dari hukum," tambahnya.

Pasal 27 Ayat (2) menyebutkan bahwa sejumlah pejabat yang melaksanakan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tak dapat dituntut, baik secara perdata maupun pidana asalkan dalam melaksanakan tugas didasarkan pada iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Pasal 27 Undang-undang ayat 2 Tahun 2020 ini memang memuat semacam imunitas bagi pemerintah atau Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam penanganan COVID ini. Padahal kita tahu pengalaman bagaimana anggaran kebencanaan ini, itu juga sangat rentan terhadap korupsi. Itu yang harus selalu dipantau oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum," ujar Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Misbah Hasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Krisis Kepunahan, Orangutan Terancam Tinggal Kenangan

Kondisi krisis memaksa para pemangku kebijakan pada situasi dilematis. Irit salah, tapi tidak berarti juga harus jor-joran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut