Sowan ke PP Muhammadiyah, Menteri Nadiem Minta Maaf

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA – Polemik Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan anggaran Rp595 miliar belum terang. Polemik tersebut memicu Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mundur dari program Kemendikbud.

img_title Banding Dikabulkan! Hukuman Nadiem Makarim Dipangkas Jadi 9 Tahun, Uang Pengganti Turun Rp548 Miliar

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengungkapkan, gara-gara polemik itu Mendikbud Nadiem Makarim hari ini menyambangi kantor PP Muhammadiyah di Jakarta.  "Mendikbud Nadim Makarim silaturrahim ke PP Muhammadiyah didampingi staf khusus, saudara Haekal," kata Mu'ti melalui pesan singkat, Rabu, 29 Juli 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Polemik Organisasi Penggerak, Nadiem Minta Maaf ke NU dan Muhammadiyah

img_title Sidang Banding Nadiem Makarim Digelar Hari Ini, Akankah Vonis 10 Tahun Berubah?

Menurut Mu'ti, kunjungan Nadiem ke PP Muhammadiyah berlangsung singkat hanya sekitar satu jam. Banyak hal yang dibicarakan antara Menteri Nadiem dengan pimpinan PP Muhammadiyah.

"Khususnya program POP. Mendikbud menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan mengevaluasi program POP," ujarnya.

img_title Nadiem Makarim Bandingkan Penahanannya dengan Febrie Adriansyah: Saya Diborgol dan Pakai Rompi

Dalam kesempatan tersebut, Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan permintaan maaf Menteri Nadiem. Namun demikian, Muhammadiyah belum menentukan sikap mengenai program POP.

"PP Muhammadiyah akan membahas secara khusus dengan Majelis Dikdasmen dan Majelis Dikti Lintang dalam waktu dekat," katanya.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim meminta maaf kepada organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah serta Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permintaan maaf itu perihal adanya polemik dalam Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

"Dengan penuh rendah hati. Saya memohon maaf atas segala keprihatinan yang timbul dan berharap agar tokoh dan pimpinan NU, Muhammadiyah dan PGRI bersedia untuk terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program yang kami sadari betul masih belum sempurna," kata Nadiem dalam video dari Kemendikbud di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim (kanan)

Nadiem Langsung Ajukan Kasasi Meski Hukumannya Sudah Dipangkas: Saya Sedih Keputusannya Tetap Bersalah

Mendikbudristek periode 2019–2024 Nadiem Anwar Makarim akan langsung mengajukan kasasi usai hukumannya terkait kasus Chromebook diringankan di tingkat banding.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut