Nadiem Sebut Kelamaan Belajar di Rumah Berisiko 'Lost Generation'

Mendikbud Nadiem Makarim.[VIVAnews.com]
Sumber :
  • kalbar

VIVA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan sejumlah efek negatif alias buruk yang dapat terjadi ketika siswa terlalu lama belajar secara daring (online) di rumah. Salah satunya siswa dapat putus sekolah karena pembelajaran daring dianggap tidak maksimal.

img_title Banding Dikabulkan! Hukuman Nadiem Makarim Dipangkas Jadi 9 Tahun, Uang Pengganti Turun Rp548 Miliar

"Efek dari pada pembelajaran jarak jauh berkepanjangan itu bisa sangat negatif dan permanen. Satu, ancaman putus sekolah. Ada anak yang terpaksa bekerja karena PJJ (pembelajaran jarak jauh) enggak maksimal, putus sekolah. [kedua,] kemungkinan persepsi orang tua berubah, membuat pembelajaran enggak maksimal ini dampaknya riil dan dampak seumur hidup," kata Nadiem, Jumat 7 Agustus 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak negatif lainnya adalah pencapaian belajar siswa menurun karena pembelajaran jarak jauh tidak optimal dalam pencapaian belajar siswa. Kesenjangan kualitas antara yang punya akses ke teknologi dan yang tidak makin besar. "Kita berisiko mempunyai lost generation. Akan ada dampak permanen terhadap generasi kita, terutama bagi yang lebih muda jenjangnya, tentunya," ujar Mendikbud.

img_title Sidang Banding Nadiem Makarim Digelar Hari Ini, Akankah Vonis 10 Tahun Berubah?

Baca: Nadiem Makarim Dilaporkan ke Komnas HAM, Kemendikbud Merespons

Hal lain yang dapat terjadi adalah maraknya kekerasan terhadap anak selama menjalani pembelajaran jarak jauh. "Banyaknya riset peningkatan kekerasan pada anak dan risiko psikososial dengan stres di dalam rumah tidak bisa keluar, tidak bertemu temannya, dan lain-lain. Jadi, dampak psikologis, dampak masa depan anak-anak kita untuk tidak melakukan pembelajaran jarak jauh secara berkepanjangan ini riil."

img_title Nadiem Makarim Bandingkan Penahanannya dengan Febrie Adriansyah: Saya Diborgol dan Pakai Rompi

Karena alasan itulah Nadiem mengatakan, empat kementerian--Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Dalam Negeri--memutuskan perluasan zona yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka dari hanya zona hijau, sekarang ke zona kuning.

"Bagi yang tidak bisa melakukan pembelajaran jarak jauh dampaknya juga sangat bisa negatif dan permanen bagi generasi kita. Jadi enggak boleh kebijakannya hanya satu dimensi tetapi juga harus pentingkan yang terbaik di masa depan," ujar Mendikbud. (ren)

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim (kanan)

Nadiem Langsung Ajukan Kasasi Meski Hukumannya Sudah Dipangkas: Saya Sedih Keputusannya Tetap Bersalah

Mendikbudristek periode 2019–2024 Nadiem Anwar Makarim akan langsung mengajukan kasasi usai hukumannya terkait kasus Chromebook diringankan di tingkat banding.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut