Sultan Ungkap Diskriminasi Agama Pengungsi Erupsi Merapi pada 2010

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau barak pengungsian Glagaharjo di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Selasa, 10 November 2020.
Sumber :
  • VIVA/Cahyo edi

VIVA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau barak pengungsi erupsi Gunung Merapi Glagaharjo di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Selasa, 10 November 2020. Barak kini diisi oleh warga kelompok rentan asal Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

img_title BNPB Buka Suara soal 94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal: Mayoritas Lansia dan Punya Penyakit Kronis

Saat meninjau barak pengungsian ini, Sultan sempat berdialog dengan para pengungsi maupun relawan yang membantu di sana. Dia mengungkap sekalian bercerita beberapa masalah di barak pengungsian saat erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu permasalahan pada tahun itu adanya barak pengungsian yang didominasi oleh kelompok agama tertentu, sehingga warga yang berbeda agama tidak boleh masuk.

img_title 9.765 Gempa Susulan Guncang NTT, 188 Ribu Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Sultan mewanti-wanti agar permasalahan serupa tak lagi terjadi. Dia memerintahkan Bupati Sleman dan Forkompimda agar memastikan tidak ada lagi diskriminasi semacam itu.

"Saya minta ke Pak Bupati dengan perangkat Forkompinda, [karena berdasarkan] pengalaman saya, tidak ada lagi pengungsian yang didominasi agama tertentu [seperti pada 2010] sehingga yang lain tidak boleh masuk. Saya tidak mau itu terjadi lagi," katanya.

img_title Dua Atlet Pengungsi Bakal Tampil di Asian Games 2026, Bawa Nama Khusus

"Saya pindahkan [warga] ke selatan, karena dikurung tidak boleh orang lain masuk, kecuali orang tertentu dengan agama tertentu," imbuh Raja Keraton Yogyakarta itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sultan menegaskan, diskriminasi pada kelompok agama itu tidak dibenarkan dan semua warga merupakan tanggung jawab pemerintah. Tempat pengungsian pun difasilitasi oleh pemerintah untuk semua warga, tanpa memandang agama dan keyakinannya. (ren)

Baca: Mulai Terdengar Suara Gemuruh dari Puncak Gunung Merapi

Viral pengungsi gempa NTT berharap bisa dapat bantuan beras

94 Pengungsi Gempa di NTT Meninggal, DPR: Pelajaran Buat Pemerintah, ke Depan Harus Lebih Siap

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti soal adanya 94 pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia di lokasi pengungsian.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut