Pemerintah Masih Pertimbangkan Pengadaan Vaksin Pfizer

Ilustrasi Vaksin COVID-19.
Sumber :
  • Dok. KPC-PEN

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan untuk melakukan pengadaan vaksin buatan Pfizer bersama dengan BioNTech.

img_title Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Percepat Riset Vaksin Malaria

Vaksin tersebut saat ini belum menjadi bagian dari vaksin yang akan dibeli oleh pemerintah. Sejauh ini vaksin yang sudah akan dibeli di antaranya dari China, yakni Sinovac, Sinopharm dan Cansino.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi Indonesia tentunya salah satu daripada berbagai vaksin itu dipertimbangkan, tapi kita belum memasukkan Pfizer sebagai salah satu," katanya, Selasa, 10 November 2020.

img_title Pemerintah Siapkan 2.882 Kuota Mudik Gratis ke 10 Kota Sambut Nataru, Cek Daftarnya!

Baca juga: Cek Rekening, Subsidi Gaji Termin II Cair 2 Tahap Pekan Ini

Airlangga menyatakan, vaksin Pfizer baru akan disiapkan untuk tahap pengadaan berikutnya. Sebab, ditegaskannya, pembahasan untuk pengadaan yang sudah ada saat ini masih banyak yang perlu dibahas.

img_title Antisipasi Puncak Arus Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Kebijakan WFA 3 Hari

"Ini disiapkan untuk menjadi bagian berikutnya karena masih banyak yang dibahas terkait pengadaan vaksin," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut.

Sebelumnya diberitakan, calon vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh produsen obat Pfizer menunjukkan efektivitas lebih dari 90 persen. Kemanjuran ini jauh lebih baik dari yang diharapkan jika tren berlanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klaim efektivitas calon vaksin tersebut didapatkan dari 43.000 relawan yang mendapat dua dosis vaksin atau plasebo. Dari situ, ditemukan bahwa kurang dari 10 persen infeksi terjadi pada peserta yang telah diberi vaksin.

Pfizer mengatakan bahwa vaksin yang dibuat bersama BioNTech dari Jerman tersebut memiliki tingkat kemanjuran lebih tinggi dari 90 persen pada tujuh hari setelah dosis kedua. (ase)

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman

Dudung Tegaskan Pemerintah Hormati Kritik, tapi Ingatkan Peserta Demo soal Ini

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah menghormati aspirasi dan kritik yang disampaikan masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut