Warga Lereng Merapi Dievakuasi, Makelar Hewan Ternak Berkeliaran
VIVA – Pemilk hewan ternak sapi di lereng Gunung Merapi, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diminta agar tidak mudah terbujuk rayuan blantik atau makelar ternak untuk menjual ternak yang masih produktif dengan harga murah.
Fenomena ini muncul seiring rencana evakuasi warga yang tinggal di lereng Merapi sebagai respon atas meningkatnya aktivitas Gunung Merapi dalam beberapa waktu terakhir ini.Â
Camat Cangkringan, Suparmono mengaku fenomena kemunculan blantik yang menawar hewan ternak warga dengan harga murah di bawah pasaran. Mereka ingin menarik keuntungan dari kesulitan warga yang akan dievakuasi imbas aktivitas Merapi.
"Memang sudah ada kemunculan "blantik" (makelar) ternak yang menawar membeli ternak warga dengan harga di bawah pasaran. Kami imbau warga tidak mudah terbujuk untuk menjual ternaknya kepada spekulan," kata Suparmono di Sleman, Kamis, 12 November 2020.
Menurutnya, memang ada beberapa peternak sapi di Dusun Kalitengah Lor yang mengaku kesulitan untuk mengurus ternak mereka saat mereka harus mengungsi. "Ternak-ternak ini kan butuh perawatan rutin, mulai dari memberi makan dan membersihkan kandang dan ternak itu sendiri," katanya.
Ia mengatakan saat ini masih banyak ternak milik warga di kawasan rawan erupsi Merapi di Kalitengah Lor yang belum diungsikan, sehingga warga yang mengungsi setiap hari harus bolak-balik, naik-turun untuk mengurus ternak.
"Ini yang dimanfaatkan para spekulan, peternak yang kesulitan mengurus ternak ini kemudian dibujuk menjual ternaknya dengan harga murah," katanya.
Suparmono berharap pemerintah daerah, atau dinas terkait dapat memberikan solusi agar warga pengungsi tidak menjual ternaknya kepada spekulan.
"Misalnya pemerintah membeli ternak warga tersebut sesuai dengan harga pasaran, kami yakin ini bisa membantu peternak agar tidak terjebak spekulan, atau mungkin ada solusi lain yang tidak merugikan peternak," katanya.
Ia mengatakan saat ini masih banyak ternak milik pengungsi yang belum diungsikan ke tempat yang lebih aman setelah kenaikan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga sejak 5 November.
"Total ternak di Dusun Kalitengah Lor ada sebanyak 294 ekor, terdiri dari 200 ekor sapi perah dan 94 sapi pedaging. Sampai saat ini baru 56 yang telah diungsikan," katanya.